Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah dirinya  dipilih menjadi presiden di Kabinet Bayangan bentukan pakar hukum tata negara Feri Amsari Dkk yang sempat bikin geger beberapa waktu lalu. 

Anies menyampaikan bantahan itu untuk merespons desas-desus  yang mengaitkan namanya dengan kabinet bayangan tersebut, bahkan beberapa waktu lalu sebuah poster yang menyebut Anies Baswedan adalah presiden kabinet bayangan beredar luas di media sosial.   

Baca Juga: Erosi HAM Terparah Terjadi di Rezim Prabowo, Rakyat Masih Bisa Tertawa, Tetapi Tertawa Kecut!

“Tidak,” kata Anies menjawab pertanyaan Sammy Notaslimboy dalam saluran YouTube NOTASLIMBOY TV dilansir Kamis (13/8/2026). 

Kendati membantah keterkaitannya dengan kabinet bayangan itu, namun Anies mengaku terkesan dengan gerakan tersebut. Ia mengatakan, kabinet bayangan dapat menjadi wadah bagi masyarakat menyampaikan kritik kepada pemerintah kendati konsep kabinet bayangan ini berbeda dengan kabinet bayangan pada umumnya di negara-negara penganut sistem parlementer.

“Menurut saya ya, kabinet bayangan tuh bagus sebetulnya. Kenapa? Karena muncul pribadi-pribadi yang secara terbuka dikatakan dia portofolionya keuangan, portofolionya luar negeri, portofolionya tentang hukum. Ini kan bukan kabinet bayangan seperti di dalam sistem parlementer ya, lebih terstruktur barangkali,” ujarnya.

Menurut Anies, pada prinsipnya kabinet bayangan memunculkan figur-figur kompeten dengan portofolio mentereng di bidangnya masing-masing, sehingga mereka dapat menjadi rujukan bagi masyarakat yang hendak mengkritisi kebijakan sebuah kementerian. Intinya kata dia, menteri-menteri dalam kabinet bayangan bisa mengcounter kebijakan-kebijakan kementerian yang dirasa kurang pas.

“Karena muncul pribadi-pribadi yang secara terbuka dikatakan dia portofolionya keuangan, portofolionya luar negeri, portofolionya tentang hukum,” ucap Anies.

“Ketika nanti di pemerintahan itu ada kebijakan A B C D, publik itu bisa mencari counter komen dari orang-orang yang punya portofolio itu,” lanjut Anies.

Tak hanya menjadi ruang kritik, Anies juga melihat kabinet bayangan sebagai tempat bagi masyarakat yang memiliki gagasan tetapi kesulitan menyampaikannya langsung kepada pemerintah.

Baca Juga: Denny Indraya Menolak Bungkam: Diam Melihat Gibran Berkuasa adalah Dosa

“Publik yang punya gagasan, punya ide yang nggak bisa nembus ke struktur pemerintahan. Sekarang nih ada nih struktur baru yang mereka bisa nerima tuh,” pungkasnya.