Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana mengaku tetap konsisten mendorong pemecatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang telah ia suarakan selama ini kendati dirinya kerap diserang balik loyalis Gibran dan pendukung garis keras Joko Widodo (Jokowi).  

Denny mengatakan, dirinya tak bakal mundur memperjuangkan hal ini, sebab diam melihat Gibran duduk di kursi RI II yang ia dapat lewat cara-cara inkonstitusi itu jelas menjadi sebuah dosa. Denny menolak bungkam. 

Baca Juga: Koar-koar Soal Ijazah Gibran, Denny Indrayana Malah Kena Skakmat: Jago Ceramah Integritas tapi Jadi Tersangka Korupsi!

“Setelah melihat situasi, rasanya selemah-lemahnya iman, diam dalam hati aja itu dosa juga. Karena menurut saya situasinya sudah relatif sampai pada tahap kita tidak bisa membiarkan,” kata Denny dilansir Olenka.id dari saluran YouTube Hendri Satrio Official, Rabu (12/8/2026).

Desakan memecat Gibran tidak berdasarkan pada ketidaksukaan secara personal, baginya cara-cara Gibran mendapat kekuasaan itu yang membuatnya terus bersuara lantang. Membiarkan Gibran terus berkuasa kata Denny sama saja membiarkan bangsa ini jatuh ke dalam dosa kolektif. 

“Justru kita tidak bisa membiarkan dosa kolektif bangsa ini terus menerus,” tegasnya. 

Ia kemudian kembali menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap membukakan Gibran jalan jadi Wapres. Saat itu, Ketua MK adalah Anwar Usman yang merupakan paman Gibran.

“Hukum terutama. Tata negara terutama, yang paling mengganggu logika kewarasan itu ketika putusan dimulai sejak menurut saya yang paling monumental itu, putusan Paman Usman untuk Ponakan Gibran. Dari situ kemudian terus logika kita terbolak-balik gitu,” ujarnya.

“Hukum itu bukan hanya bicara putusan Mahkamah Konstitusi, sudah dilantik jadi wakil presiden selesai. Bukan. Hukum itu tidak senaif itu. Hukum itu ada kepastian memang, tapi keadilan dan kemanfaatan. Nah pada tataran keadilan dan kemanfaatan itulah kita harus terus menyuarakan sikap kritis,” pungkasnya. 

Denny adalah salah satu aktor utama yang mendorong pemecataan Gibran, selain menyoal putusan MK yang mengubah usia calon presiden dan wakil presiden yang dianggapnya sebagai karper merah buat Gibran melenggang ke Pilpres 2010 lalu, Denny juga menyoal dokumen pendidikan Gibran yang menjadi salah satu syarat utama dalam pencalonan presiden dan wakil presiden. 

Baru-baru ini, Denny bahkan membuka sayembara berhadiah Rp100 juta bagi siapa pun yang mampu menunjukan ijazah asli SMA milik Gibran. Denny memang sudah lama mempertanyakan ijazah Gibran yang memang belum pernah dipublikasikan.

Baca Juga: Raffi Ahmad Diutus Buat Paksa Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Semoga Diutus Lagi Suruh Gibran Mundur Jadi Wapres 

Sayembara Denny langsung serang balik sejumlah pihak yang selama ini dikenal sebagai loyalis Gibran dan Jokowi, namun Denny konsisten, dan berjanji bakal bersuara lebih keras lagi sampai Gibran benar-benar dipecat.