Peserta dari Beragam Latar Belakang Pendidikan
Sebanyak 200 guru dan tenaga kependidikan terdaftar sebagai peserta dan mengikuti pelatihan yang dibagi ke dalam dua hari pelaksanaan. Mereka berasal dari 170 satuan pendidikan di Kota Bontang dengan latar belakang yang beragam, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain itu, pelatihan ini juga melibatkan pendidik dari Sekolah Islam, Sekolah Luar Biasa (SLB), serta Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF SKB).
Keberagaman peserta ini diharapkan dapat mendorong pertukaran perspektif, kolaborasi lintas jenjang, serta lahirnya solusi AI yang relevan, inklusif, dan aplikatif di berbagai konteks pembelajaran.
Adapun, pelatihan Microsoft Elevate: AI for Educators dirancang secara intensif dan partisipatif, mencakup beberapa materi utama, antara lain:
- Pemahaman dasar kecerdasan buatan dan AI Agent
- Perubahan pola pikir dari solusi individual menuju pendekatan sistemik
- Design Thinking Sprint untuk merancang solusi pendidikan berbasis AI
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Kompetisi “Solusi untuk Indonesia”, di mana para peserta mempresentasikan dan mendemonstrasikan agen AI hasil pengembangan mereka. Seluruh sesi pelatihan menekankan pemanfaatan AI secara etis, inklusif, dan kontekstual, sesuai dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia.
Rashvin, CEO Biji-biji Initiative, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kapasitas pendidik.
“Kami percaya bahwa teknologi harus menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Melalui kolaborasi seperti Microsoft Elevate: AI for Educators, kami ingin memastikan para guru memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk memanfaatkan AI dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Setelah mengikuti pelatihan, para peserta akan menjalani post-test dan memperoleh sertifikat apresiasi yang dikirimkan melalui email.
Melalui kolaborasi ini, Microsoft, Biji-biji Initiative, dan PT Kaltim Nitrate Indonesia berharap para pendidik dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di era kecerdasan buatan.