Eddy Sugianto merupakan Komisaris Utama PT Prima Andalan Mandiri Tbk (Mandiri Coal) sekaligus pendiri perusahaan grup yang bergerak di sektor pertambangan batu bara tersebut. Mengutip Forbes, Eddy berada di posisi ke-47 orang terkaya Indonesia tahun 2025 (Indonesia’s 50 Richest) dengan kekayaan mencapai US$1,1 miliar.
Latar Belakang Eddy Sugianto
Eddy Sugianto lahir pada 11 Februari 1946 di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia disebut berasal dari keluarga sederhana. Kariernya dimulai selepas Eddy menyelesaikan pendidikan di Tjheng Qiang Chinese School pada tahun 1963. Ia berhasil menduduki jabatan sebagai Manajer Pemasaran di PT New Safety sejak tahun 1974 yang diembannya selama enam (6) tahun hingga 1980.
Baca Juga: Kerajaan Bisnis Mandiri Coal Group
Memulai Bisnis Sendiri
Pendirian Mandiri Coal Group bermula di tahun 1989 dengan berdirinya PT Mandiri Intiperkasa. Dalam perusahaan pertambangan batu bara tersebut, Eddy tidak hanya berperan sebagai pendiri, tetapi juga sebagai otak strategis yang mengarahkan perusahaan dalam jangka panjang.
Di tahun 1994, PT Mandiri Intiperkasa mendapatkan konsesi di daerah Kalimantan Utara seluas 50.000 Ha yang tertuang di dalam Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) No. 08/PK/PTBAMI/1994. Satu dekade setelahnya di tahun 2004, luas wilayah PT Mandiri Intiperkasa menjadi 9240 Ha sesuai Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 241.K/40.00/DJG/2004.
Secara resmi, PT Prima Andalan Mandiri Tbk alias Mandiri Coal Group terbentuk sejak tahun 2011. Grup bisnis ini menaungi PT Mandiri Intiperkasa (MIP), PT Mandala Karya Prima (MKP), serta PT Maritim Prima Mandiri (MPM). Sementara itu, PT Prima Andalan Mandiri Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MCOL pada tanggal 7 September 2021.
Diversifikasi Bisnis
Tak sendirian, Eddy turut melibatkan keluarganya dalam pengembangan bisnis Mandiri Coal Group. Anaknya yang bernama Diah Asriningpuri Sugianto saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Prima Andalan Mandiri Tbk, sebuah jabatan yang diembannya sejak tahun 2018. Sementara sang menantu, Handy Glivirgo, berperan sebagai Direktur Utama PT Prima Andalan Mandiri Tbk. Handy bahkan menjabat sebagai Direktur Utama di PT Mandiri Intiperkasa, PT Mandala Karya Prima, dan PT Maritim Prima Mandiri.
Setelah mendirikan PT Mandiri Intiperkasa, Eddy mendirikan PT Mandala Karya Prima yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan batu bara pada tahun 2005. Di tahun 2006, dia kembali mendirikan perusahaan baru bernama PT Maritim Prima Mandiri yang bergerak di bidang pelayaran. Ketiga perusahaan tersebut bergerak saling melengkapi dalam usaha batu bara yang mereka jalankan.