Growthmates, kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dunia pendidikan.

Teknologi ini membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, namun di saat yang sama juga menghadirkan tantangan baru yang perlu dipahami oleh guru maupun siswa.

Data UNESCO menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga siswa sekolah menengah di negara-negara berpendapatan tinggi telah memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajar mereka.

Namun, UNESCO juga mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus diiringi dengan pemahaman mengenai risiko, etika, serta penggunaan teknologi secara aman, kritis, dan bertanggung jawab.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative bersama ekosistem pengembangan talenta Mereka, sebagai mitra strategis Microsoft, meluncurkan Microsoft AI Classroom Toolkit, sebuah sumber belajar yang dirancang untuk membantu para pendidik membangun literasi AI di ruang kelas sekaligus menanamkan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab sejak usia dini.

Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit berlangsung pada 23 Juni 2026 di kantor Microsoft Indonesia, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Acara tersebut dihadiri oleh Digital Safety Director Asia Microsoft Madeline Shepherd, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., perwakilan Save the Children Indonesia, serta puluhan guru dari berbagai daerah di Indonesia.

Digital Safety Director Asia Microsoft, Madeline Shepherd, menegaskan bahwa kemampuan memanfaatkan AI secara bijak akan menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi mendatang.

"AI akan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi masa depan. Untuk itulah, Microsoft AI Classroom Toolkit kami hadirkan untuk membantu para pendidik dalam menggunakan AI tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab," tuturnya, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (1/7/2026).

Microsoft AI Classroom Toolkit dikembangkan sebagai materi pembelajaran yang menggabungkan pendekatan naratif dengan materi instruksional sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi guru maupun siswa berusia 13–15 tahun.

Melalui berbagai studi kasus dan aktivitas di kelas, toolkit ini membantu pendidik mengajak siswa berdiskusi mengenai penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Baca Juga: Biji-biji Initiative Gaet PT KNI Gelar Pelatihan AI bagi Guru, Perkuat Pendidikan di Era Kecerdasan Buatan