Aktris Shireen Sungkar membagikan kisah emosional saat mengetahui putri bungsunya, Cut Shafiyyah, didiagnosis autisme. Meski telah lama menyadari ada perkembangan yang berbeda pada sang anak, diagnosis tersebut baru dipastikan ketika Cut Shafiyyah berusia tiga tahun.

Shireen mengaku sebenarnya sudah beberapa kali menyampaikan kekhawatirannya kepada dokter. Namun, setiap kali diperiksa, ia selalu mendapat penjelasan bahwa putrinya belum menunjukkan tanda-tanda autisme.

"Umur tiga tahun barulah ada diagnosis (autisme) itu," kata Shireen dalam kanal YouTube The Sungkars dikutip pada Rabu (01/07/2026).

Baca Juga: 3 Langkah Nyata Ciptakan Kelas yang Nyaman untuk Anak Autisme & ADHD

Kabar tersebut membuat Shireen terpukul. Ia mengaku sempat kebingungan karena belum memahami apa itu autisme dan apa yang harus dilakukan setelah menerima diagnosis tersebut.

"Waktu itu kayak bingung mencernanya, autis itu apa, harus ngapain, terapinya seperti apa?" ujarnya.

Seperti banyak orang tua lainnya, Shireen mengatakan dirinya sempat terus-menerus mempertanyakan penyebab kondisi sang putri. Bahkan, ia menyalahkan dirinya sendiri atas berbagai hal yang terjadi selama masa kehamilan hingga proses mengasuh anak.

"Sebagai orang tua juga, 'kenapa ya?'" tutur Shireen.

"Aku nyalahin diriku banyak banget. 'Apa aku salah makan pas hamil? Apa aku stres pas hamil? Apa aku salah ngedidiknya?' Aku nyalahin akunya banyak banget," lanjutnya.

Baca Juga: Yayasan WINGS Peduli Dukung Gerakan Berjalan Bersama Penderita Autisme untuk Wujudkan Inklusivitas di Indonesia

Di tengah rasa sedih yang mendalam, Shireen mengaku sempat membandingkan putrinya dengan anak-anak lain seusianya. Menurutnya, fase awal menerima diagnosis merupakan masa yang sangat berat.

"Fase awal berat, berat banget pada saat itu. Karena untuk mengiyakan dan menerima takdir itu enggak gampang," ungkapnya.

Perlahan, Shireen mulai menemukan ketenangan setelah mendapat nasihat dari seorang ustaz. Nasihat tersebut membuatnya mengubah cara pandang terhadap kondisi yang dialami putrinya.

"Ustaz waktu itu, MasyaAllah, bilang, 'Kita itu manusia cuma bisa berencana, Allah itu yang menakdirkan'," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Shireen juga teringat pesan yang paling membekas di hatinya.

"'Kamu itu dikasih surga di depan mata. Kenapa kamu harus pusing sama masa depan anak? Sebagai ibu cuma bisa berjuang supaya anaknya tumbuh. Di luar itu, masa depannya seperti apa, kita enggak usah pusing dan overthinking, itu udah kotaknya Allah,'" ujarnya mengulang nasihat sang ustaz.

Sejak saat itu, Shireen menyadari bahwa selama ini dirinya terlalu fokus menyalahkan keadaan, alih-alih melihat bahwa setiap takdir memiliki hikmah.

"Aku lebih fokus marah sama kondisi daripada fokus berpikir Allah itu baik loh, Allah itu enggak pernah salah dalam membuat takdir," tuturnya.

Dalam proses menerima kondisi sang putri, Shireen juga mengaku sangat bersyukur mendapat dukungan penuh dari suaminya, aktor Teuku Wisnu, serta keluarga besar yang terus mendampinginya hingga mampu melewati masa-masa sulit tersebut.