Masyarakat Indonesia semakin memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu pengelolaan keuangan. Studi Financial Resilience Index 2026 dari Sun Life Indonesia mencatat sebanyak 68% responden menggunakan generative AI untuk mencari informasi dan panduan keuangan.
Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat adopsi generative AI tertinggi di Asia untuk kebutuhan literasi dan perencanaan keuangan.
Baca Juga: Studi: 80% Masyarakat Indonesia Tertekan Kenaikan Biaya Hidup
Tidak hanya itu, sebanyak 67% responden memperkirakan penggunaan teknologi AI untuk kebutuhan keuangan akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan.
Menurut hasil studi, AI banyak dimanfaatkan untuk memahami konsep keuangan, membandingkan berbagai pilihan produk, hingga membantu pengambilan keputusan finansial sehari-hari.
President Director Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi keuangan.
Baca Juga: Orang yang Melek Finansial Dinilai Tiga Kali Lebih Tangguh Hadapi Tekanan Ekonomi
“Teknologi telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi dan literasi keuangan, namun tidak menggantikan kebutuhan akan panduan ahli atau penasihat keuangan yang bertanggung jawab,” kata Albertus.
Meski tingkat adopsi AI meningkat, studi tersebut menemukan bahwa pengguna dengan tingkat literasi keuangan yang baik justru menjadi kelompok yang paling aktif memanfaatkan teknologi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan memahami dan mengevaluasi informasi tetap menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan keuangan.