Kritikus sekaligus Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan usia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak bakal bertahan lama, ia bahkan memprediksi kekuasaan Prabowo ambruk di tengah jalan jika tidak peka melihat kondisi kabinetnya sekarang ini. 

Untuk itu Rocky menyarankan Prabowo supaya buru-buru melakukan pembenahan besar-besaran sebelum semuanya terlambat. Kalau itu tidak dilakukan Prabowo kata dia bisa saja lengser pada November 2026 ini. 

Baca Juga: Tentang Prabowo, Kekayaan, dan Rupiah yang Terus Melemah

Menurut Rocky hal yang paling bermasalah dari Pemerintahan Prabowo Subianto adalah kinerja kabinet yang amburadul lantaran posisi-posisi strategis diisi oleh mereka yang tak kompeten. Dia mendesak Prabowo merombak 80 persen formasi Kabinet Merah Putih. 

"Mungkin setelah Oktober, misalnya Presiden tidak lakukan radical break, tidak mengganti 75–80 persen kabinet di Oktober–November, dia pasti jatuh. Momentumnya cuma itu," ungkapnya dalam kanal YouTube IDN TIMES, dikutip Kamis (25/6/2026).

Jatuhnya pemerintahan Prabowo Subianto kata Rocky terjadi secara alamiah, tak ada campur tangan rakyat, ia jatuh karena keputusannya sendiri yang terlampau lama membiarkan kabinetnya amburadul.  

Dia bahkan mengatakan Kabinet Merah Putih adalah kabinet paling transaksional yang menjadi biang kerok berbagai masalah termasuk masalah krisis ekonomi yang mengancam sekarang ini karena berbagai program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih yang tak maksimal. 

"Bukan kita inginkan jatuh, tapi semua syarat sosiologis untuk membatalkan kepemimpinan beliau sampai 2029 sudah tidak ada lagi peluang itu," ujar ahli filsafat itu.

Sebagai catatan, Kabinet Merah Putih yang dipimpin Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beranggotakan 109 orang: terdiri dari 48 menteri, 5 pejabat setingkat menteri (kepala badan/lembaga), serta 56 wakil menteri. 

Baca Juga: Peringatan Keras Prabowo: Gue Tahu Siapa yang Bayar-bayar Demo, Hati-hati!

Dari jumlah tersebut, 18 di antaranya merupakan menteri dan pejabat era Presiden Joko Widodo yang kembali ditarik masuk oleh Prabowo. Prabowo sendiri sudah berulang kali bongkar pasang formasi di Kabinet Merah Putih.