Film Ghost in The Cell garapan sutradara Joko Anwar belakangan tengah menjadi sorotan. Dalam 11 hari penayangan, film bergenre horor-dark comedy ini berhasil meraih 1.815.533 penonton per 27 April 2026. Selain dibintangi sejumlah aktor ternama, film ini juga turut mengangkat nama Tia Hasibuan sebagai produser.

Bagi Tia, proyek ini bukanlah kolaborasi pertamanya dengan Joko Anwar. Keduanya telah lama bekerja sama dalam berbagai film, mulai dari Kala (2007), Pintu Terlarang (2009), Modus Anomali (2012), A Copy of My Mind (2015), hingga Pengabdi Setan (2017).

Mengutip dari laman LinkedIn miliknya pada Senin (27/4/2026), wanita yang juga dikenal dengan nama Tristia Preniany Hasibuan ini memiliki latar belakang pendidikan di bidang komunikasi. 

Tia menempuh pendidikan Diploma di bidang Public Relations/Image Management di Universitas Indonesia pada 1997–2000, kemudian melanjutkan studi S1 Mass Communication/Media Studies di kampus yang sama pada 2000–2006. 

Baca Juga: Nia Dinata dan Jejak Kariernya Jadi Produser dan Sutradara Ternama

Perjalanan Karier

Tia Hasibuan telah berkecimpung lama di industri film Indonesia sebagai produser dan dikenal sebagai salah satu pendiri (co-founder) Come and See Pictures. 

Meski profil LinkedIn-nya menunjukkan pengalaman panjang di industri, peran Tia Hasibuan sebagai produser di Come and See Pictures semakin menonjol, terutama dalam berbagai proyek besar dalam beberapa tahun terakhir.

Mengutip dari laman IdFilmCenter, Tia sudah terlibat sebagai produser dalam sejumlah film penting, seperti Ghost in the Cell (2026), Pengepungan di Bukit Duri (2025), Legenda Kelam Malin Kundang (2025), hingga Siksa Kubur (2024). Namanya juga tercatat dalam proyek sukses seperti Pengabdi Setan 2: Communion (2022) dan Perempuan Tanah Jahanam (2019).

Sebelumnya, Tia telah lebih dulu berkiprah lewat berbagai film, mulai dari Ave Maryam (2018), A Copy of My Mind (2015), hingga Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta (2013). Ia juga terlibat dalam Fiksi (2008) serta proyek-proyek awal seperti Kala (2007).

Tak hanya sebagai produser utama, Tia juga pernah mengemban peran lain seperti associate producer, produser pelaksana, hingga penyelia pasca produksi dalam film-film garapannya tersebut.

Baca Juga: Sosok Mira Lesmana dan Perjalanan Karier Sang Produser di Balik Film-Film Ikonik Indonesia

Film-film yang diproduseri oleh Tia  juga tercatat meraih berbagai apresiasi di ajang penghargaan bergengsi, menegaskan kualitas dan kontribusinya di industri perfilman Indonesia.

Salah satunya adalah Perempuan Tanah Jahanam yang berhasil memenangkan Film Terbaik (Piala Citra) di Festival Film Indonesia 2020, sekaligus meraih nominasi untuk Lagu Tema Terbaik di ajang yang sama. 

Selain itu, A Copy of My Mind juga mendapat sejumlah nominasi, di antaranya untuk kategori Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2015, serta di Usmar Ismail Award dan Indonesian Movie Actors Awards 2016.

Tak kalah penting, film Fiksi yang diproduserinya turut meraih penghargaan Film Cerita Bioskop Terbaik (Piala Citra) di Festival Film Indonesia 2008, di mana hal ini semakin memperkuat rekam jejaknya dalam menghasilkan film-film berkualita karya anak bangsa.

Keren banget, ya!