Siapa sih yang tak mengenal Roy Marten? Salah satu aktor senior yang masih eksis hingga saat ini. Ayah dari Gading Marten tersebut kerap membintangi berbagai film populer, serial televisi, hingga serial web, menjadikannya tetap relevan meski telah berkarier lebih dari 40 tahun di industri hiburan Indonesia.
Di usia 73 tahun, Roy Marten juga dikenal menjaga kebugaran tubuhnya dengan rutin berolahraga. Golf menjadi salah satu aktivitas favoritnya, yang kerap ia lakukan bersama sesama aktor senior. Selain itu, Roy juga sering membagikan potret keharmonisan bersama sang istri, Anna Maria, yang tampak awet muda, melalui akun Instagram pribadinya.
Terlepas dari itu, yuk mengenal lebih jauh sosok dan perjalanan karier Roy Marten sebagaimana telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (4/1/2025).
Profil Roy Marten
Lahir 1 Maret 1952, pemilik nama Roy Wicaksono Abdul Salam atau Theodoros Roy Marten ini merupakan anak dari pasangan Abdul Salam dan Johanna Nora van Daatselaar.
Roy Marten adalah anak ketiga dari enam bersaudara. Dua saudara laki-lakinya, Rudy Salam dan Chris Salam, juga berprofesi di panggung hiburan dan telah melakoni banyak peran di berbagai film populer.
Memiliki perjalanan karier yang panjang di dunia hiburan, kehidupan pribadi Roy Marten pun kerap menarik perhatian publik. Aktor senior ini pernah menikah dengan Farida Sabtijastuti dan dikaruniai empat orang anak, yakni Monique, Alinie, Galih, dan Gading Marten. Namun, rumah tangganya tak bertahan lama dan berakhir cerai.
Roy kemudian kembali menemukan tambatan hati pada Anna Maria, seorang model yang dinikahinya pada 1 April 1985. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua orang anak, Merari Sabati dan Gibran Marten. Hingga kini, Roy dan Anna Maria dikenal sebagai pasangan yang harmonis dan kerap mencuri perhatian lewat kebersamaan mereka.
Perjalanan Karier
Sophan Sophiaan menjadi aktor yang menginspirasi Roy Marten untuk terjun ke dunia hiburan Tanah Air. Ia pun mengawali kariernya sebagai peragawan dan pernah memenangkan kontes King Boutique di Jawa Tengah.
Kemudian, Roy memutuskan merantau dari Salatiga ke Jakarta untuk menyelami industri hiburan. Film Bobby yang dirilis pada 1974 menjadi debutnya di layar lebar. Hanya dalam waktu tiga tahun, karier Roy melesat pesat. Pada 1977, ia memasuki masa kejayaan dan mendapat julukan The Big Five.
Baca Juga: Profil Ringgo Agus Rahman, Intip Perjalanan Karier Sang Aktor!
Julukan tersebut disematkan kepada Roy bersama deretan aktor dan aktris ternama lainnya, seperti Yati Octavia, Robby Sugara, Doris Callebaute, dan Yenny Rachman. Kelimanya dikenal sebagai bintang papan atas yang menentukan standar honor tertinggi pada masanya, yakni sekitar Rp5 juta untuk sekali membintangi sebuah film.
Tahun 1977 juga menjadi periode tersibuk dalam karier Roy Marten. Pada tahun itu, ia membintangi sejumlah film populer, di antaranya Badai Pasti Berlalu, Kembang-Kembang Plastik, Guna-Guna Istri Muda, Kekasih, Secerah Senyum, hingga Kugapai Cintamu.
Setelah era kejayaannya di tahun 1970-an, karier Roy Marten di layar lebar terus berlanjut hingga lintas generasi. Memasuki era 2000-an, ia tetap aktif membintangi sejumlah film, seperti d’Trex (2004), In the Name of Love (2008), dan Selimut Berdarah (2010).
Di dekade 2010-an, Roy semakin sering dipercaya memerankan karakter ayah atau figur berwibawa dalam film-film populer, di antaranya Catatan (Harian) Si Boy (2011), The Raid 2: Berandal (2014), Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga (2018), Twivortiare (2019), hingga Nagabonar Reborn (2019).
Hingga kini, Roy Marten masih konsisten berkarya. Beberapa film terbarunya antara lain Mangkujiwo (2020), 2045 Apa Ada Cinta (2022), Marni: The Story of Wewe Gombel (2024), serta Cyberbullying yang tayang pada 2025.
Tak hanya aktif di layar lebar, Roy Marten juga memiliki jejak panjang di dunia serial televisi. Sejak era 1990-an, ia membintangi berbagai judul sinetron populer seperti Bella Vista, Bunga Sutra, Kupu-Kupu Kertas, hingga Dara Manisku.
Di tahun-tahun berikutnya, Roy tetap hadir lewat sinetron seperti Surga yang Kedua, Malaikat Tak Bersayap, Tukang Ojek Pengkolan, hingga Buku Harian Seorang Istri.
Kakek dari Gempita Nora Marten ini juga mengikuti perkembangan zaman dengan terjun ke serial web. Beberapa judul yang pernah dibintanginya antara lain Knock Out Girl, Imperfect the Series, Kupilih Cinta, hingga serial terbaru Kartu Keluarga dan Menduda yang tayang pada 2024.
Baca Juga: Menilik Profil dan Perjalanan Karier Aktor Senior Donny Damara, Berawal dari Dunia Model
Sementara itu, di format film televisi (FTV), Roy Marten turut membintangi judul Beauty & the Lutung Kasarung yang tayang pada 2012, memperkaya portofolionya di berbagai format tontonan.
Sepanjang perjalanan kariernya, Roy Marten telah menerima berbagai nominasi penghargaan bergengsi. Ia pertama kali masuk nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia 1983 lewat film Tapak-Tapak Kaki Wolter Mongisidi.
Namanya kemudian beberapa kali muncul dalam daftar nominasi Panasonic Awards, antara lain melalui sinetron Pura-Pura Buta (2005), Si Cantik dan Si Buruk Rupa (2006), Kita Nikah Yuk (2015), serta Surga yang Kedua (2016).
Di dunia film, Roy juga meraih apresiasi berupa nominasi dari Piala Maya. Ia masuk nominasi Aktor Utama Terpilih lewat film Dilema (2012) dan Penampilan Singkat nan Berkesan melalui film Sebelum Pagi Terulang Kembali pada 2014.