Untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus, dr. Diana menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Selain itu, penting untuk membatasi makanan ultra-proses dan tinggi gula, mencukupi waktu tidur, serta mengelola stres.
dr. Diana juga menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik, salah satunya yogurt.
"Salah satu cara menjaga kesehatan gut microbiome adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik. Salah satunya adalah yogurt. Semakin banyak jenis bakteri baik yang terkandung di dalam yogurt, semakin baik dalam mendukung kesehatan usus," kata dr. Diana.
Menurutnya, yogurt umumnya mengandung bakteri baik seperti Streptococcus dan Lactobacillus yang bekerja di usus halus. Beberapa produk juga mengandung Bifidobacterium yang dapat hidup di usus besar sehingga memberikan manfaat yang lebih menyeluruh bagi sistem pencernaan.
Kombinasi kandungan protein dan bakteri baik dalam yogurt dinilai dapat membantu menjaga kesehatan usus, meningkatkan rasa kenyang lebih lama, sekaligus mendukung fungsi pencernaan yang optimal.
"Yogurt tidak hanya tinggi protein yang membantu kenyang lebih lama, tetapi juga mengandung bakteri baik yang dapat mendukung kesehatan usus. Jadi, kalau dietmu terasa stuck, mungkin sudah saatnya tidak hanya fokus pada kalori, tetapi juga memperhatikan kesehatan ususmu. Karena tubuh yang sehat dimulai dari usus yang sehat," tutup dr. Diana.
Baca Juga: 7 Makanan Pemicu Kanker Menurut Dokter Spesialis Gizi, Bukan Dilarang tapi Wajib Dibatasi!