Growthmates, banyak orang merasa frustrasi karena berat badan tidak kunjung turun meski sudah menjalani diet ketat dan rutin berolahraga. Padahal, keberhasilan menurunkan berat badan tidak hanya ditentukan oleh jumlah kalori yang masuk dan keluar, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan usus.

Menurut dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik, usus memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme, rasa lapar, hingga penyimpanan lemak melalui triliunan mikroorganisme yang hidup di dalamnya atau dikenal sebagai gut microbiome.

"Diet sudah ketat, olahraga rutin, tapi angka timbangan tetap nggak bergerak? Ternyata, berat badan tidak hanya dipengaruhi oleh kalori yang masuk dan keluar. Kesehatan usus juga berperan penting dalam proses penurunan berat badan," tutur dr. Diana, dalam sebuah video sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribdinya, Jumat (24/7/2026).

dr. Diana menuturkan, gut microbiome merupakan kumpulan triliunan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Penelitian menunjukkan bahwa komposisi bakteri di dalam usus dapat memengaruhi rasa lapar, metabolisme, penyimpanan lemak, hingga respons tubuh terhadap insulin.

Ketika keseimbangan mikrobiota usus terganggu, kata dr. Diana, tubuh lebih rentan mengalami peradangan kronis tingkat rendah, peningkatan rasa lapar, keinginan mengonsumsi makanan manis (craving), penurunan sensitivitas insulin, hingga kesulitan menurunkan berat badan.

"Ciri-ciri usus yang kurang sehat antara lain sering kembung atau begah, buang air besar tidak teratur, gampang lapar dan craving makanan manis, berat badan sulit turun meski sudah diet dan olahraga, serta mudah lelah," jelas dr. Diana.

Baca Juga: Jangan Terlalu Percaya Hitungan Kalori Smartwatch, Kata Dokter Gizi Klinik