Risiko baru mungkin muncul jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat berlebihan, sesuatu yang hampir tidak mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
"Sebetulnya konsumsi micin itu tidak terlalu banyak berdampak pada kesuburan, kecuali dikonsumsi secara ekstrem alias sangat banyak. Dan sampai sejauh ini kita tidak mungkin mengonsumsi micin sebanyak itu," jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Ivander mengatakan bahwa hingga saat ini badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) masih menganggap MSG aman untuk dikonsumsi.
Beberapa penelitian juga menyebutkan batas konsumsi MSG sekitar 30 gram per hari, sementara rata-rata konsumsi harian masyarakat hanya berkisar 3–4 gram.
Karena itu, ia pun mengingatkan agar pasangan yang sedang menjalani program kehamilan tidak terjebak pada mitos bahwa menghentikan konsumsi MSG akan meningkatkan peluang hamil.
"Berhenti makan MSG tidak akan bikin lebih cepat hamil. Yang akan memberikan dampak lebih baik adalah mengonsumsi makanan-makanan yang sehat dan bergizi sebagai bagian dari pola hidup sehat," tutup dr. Ivander.
Baca Juga: Mengenal Prosedur Inseminasi, Teknologi Reproduksi untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan