PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp10 miliar atau setara Rp1,38 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada akhir April 2026. Nilai tersebut setara dengan 86,4% dari laba bersih tahun buku 2025.

Sepanjang tahun fiskal 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp12,57 miliar, meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan tercatat relatif stabil secara tahunan (year-on-year/YoY) di level Rp584,75 miliar.

Baca Juga: Trisula Group Catatkan Laba Bersih Rp30,75 Miliar pada Kuartal I/2025

Direktur BELL, Heru Jatmiko Harrianto, menyampaikan bahwa perseroan secara konsisten membagikan dividen sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham.

“Tahun ini total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp10 miliar atau Rp1,38 per saham, dengan rasio pembayaran dividen tunai sekitar 86,4%. Pembayaran dividen direncanakan pada 22 Mei 2026,” ujarnya dalam RUPS, Rabu (22/4/2026).

Dari sisi operasional, segmen manufaktur tetap menjadi kontributor utama profitabilitas BELL pada 2025 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp8,05 miliar. Kontribusi tersebut didominasi pasar domestik sebesar 93%, sementara ekspor menyumbang 7%. Kinerja ini ditopang portofolio produk yang kuat, efisiensi produksi, serta kekuatan merek yang mampu menjaga permintaan dan posisi pasar.

Baca Juga: Trisula International Bagikan Dividen Rp22,1 Miliar, Terbesar dalam Sejarah TRIS

Perseroan juga mencatat kepercayaan dari berbagai instansi pemerintah, sektor swasta, perbankan, hingga industri lainnya dalam pengadaan kain dan seragam. Selain itu, fleksibilitas dalam memenuhi pesanan yang dapat disesuaikan (customized) menjadi salah satu keunggulan kompetitif yang mendorong pertumbuhan kinerja.

Di sektor ritel, BELL terus melakukan ekspansi melalui merek JOBB dan Jack Nicklaus pada lokasi-lokasi strategis. Hingga Desember 2025, jumlah gerai JOBB tercatat sebanyak 135 outlet, sementara Jack Nicklaus mencapai 76 outlet.

Memasuki 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8%. Target ini akan didukung oleh optimalisasi Trisula Innovation Center (TIC) sebagai pusat inovasi terintegrasi di sektor tekstil dan garmen.

Direktur BELL, Wagiyono, menambahkan bahwa perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp21 miliar pada 2026.

“Sekitar Rp15 miliar digunakan untuk peremajaan mesin atau modernisasi, sedangkan Rp6 miliar dialokasikan untuk ekspansi segmen ritel,” jelasnya.

Baca Juga: BELL Bukukan Laba Bersih Rp12,57 Miliar Sepanjang 2025

Ia menegaskan, ekspansi ritel dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan potensi pasar pada setiap pembukaan gerai baru dan peluncuran produk.

Secara keseluruhan, strategi BELL pada 2026 difokuskan pada modernisasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi, pengembangan produk inovatif yang sesuai kebutuhan pasar, konsolidasi fungsi back office guna meningkatkan efektivitas operasional, serta peluncuran produk baru secara berkala di segmen ritel untuk memperluas pangsa pasar.