Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan minimnya pengalaman birokrasi dan lemahnya pemahaman terhadap tata kelola keuangan negara menjadi masalah pokok Badan Gizi Nasional (BGN) di era kepemimpinan Dadan Hindayana. 

Baca Juga: Drama Penangkapan Dadan Cs, Ada yang Disergap di Hotel

Masalah tersebut menjadi pemicu utama berbagai masalah lain dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berujung pada kasus korupsi tata kelola MBG yang menyeret Dadan, Sony Sonjaya, serta Lodewyk Pusung.

"Pak Dadan tidak punya pengalaman birokrasi dan tidak memahami hukum keuangan negara. Seolah-olah semuanya bisa dilakukan sesuka hati," ujar Mahfud, dilansir Senin (8/6/2026).

Ketidakmampuan Dadan Cc dalam mengelola MBG terkonfirmasi dari sederet kebijakan kontroversial, misalnya saja masalah pengadaan sepeda ratusan ribu unit sepeda motor listrik hingga kaus kaki yang menurutnya tidak relevan dengan kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat.

Mahfud mengatakan, pemecatan Dadan cs dari BGN yang ditindaklanjuti dengan penangkapan oleh Kejaksaan Agung adalah langkah yang sudah tepat kendati itu sudah terlambat dilakukan. Keputusan pemerintah bersih-bersih BGN kata dia patut diapresiasi.

"Faktanya, banyak kontrak bermasalah dan berbagai kebijakan yang tidak ada kaitannya dengan tujuan program MBG. Saya kira yang lebih besar dari itu nantinya akan terungkap dalam proses persidangan," katanya.

Mahfud mengatakan, MBG adalah program bagus jika implementasinya dilaksanakan sesuai prosedur. Ia mengaku sejak awal memang mendukung penuh salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut meski ia juga kerap mengkritik pelaksanaan program tersebut.

Mahfud melanjutkan, tanda-tanda pelaksanaan MBG yang amburadul di era Dadan sudah terlihat jelas sejak tiga bulan pertama. Namun ketika itu pemerintah tak bergeming dan tak mau melakukan evaluasi sehingga masalahnya semakin meluas dan berbuntut kasus korupsi yang dilakukan secara berkomplot.

Baca Juga: Daftar Kekayaan Dadan Hindayana, Mantan Kepala BGN dengan Harta Rp9 Miliar

"Sejak awal sebenarnya sudah terlihat pelaksanaannya cenderung ugal-ugalan. Bahkan pemahaman mengenai konsep makan bergizi gratis saja tidak dibedakan secara jelas antara perspektif negara dan perspektif ilmu gizi," pungkasnya.