1. Bantu Anak Lebih Fleksibel dalam Berpikir

Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Ayoe Sutomo, menjelaskan bahwa manfaat belajar bahasa tidak hanya terbatas pada bertambahnya kosakata atau kemampuan berkomunikasi.

"Belajar bahasa baru tidak hanya membantu anak memperluas kosakata, tetapi juga melatih cara mereka memahami pola, menghubungkan informasi, dan menyesuaikan diri dengan konteks yang berbeda. Dalam berbagai penelitian, kemampuan-kemampuan ini berkaitan dengan berkembangnya fleksibilitas berpikir yang menjadi pondasi penting dalam proses belajar dan pemecahan masalah sehari-hari," ujarnya seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (23/6/2026).

Meski demikian, Ayoe mengingatkan bahwa manfaat tersebut tidak muncul secara instan. Konsistensi belajar, frekuensi yang teratur, serta pengalaman belajar yang menyenangkan tetap menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan anak mempelajari bahasa baru.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan orang tua ketika anak menggunakan perangkat digital sebagai sarana belajar agar proses pembelajaran tetap aman dan sesuai dengan usia anak.

  1. Platform Digital Jadi Pendukung Belajar di Rumah

Perkembangan teknologi turut mengubah cara anak belajar bahasa. Saat ini, semakin banyak orang tua yang memanfaatkan berbagai platform digital sebagai pelengkap proses belajar di rumah.

Secara global, Duolingo melayani lebih dari 133 juta pengguna aktif bulanan dan lebih dari 52 juta pengguna aktif harian. Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan berbasis permainan, platform ini menjadi salah satu pilihan yang digunakan untuk membantu proses belajar bahasa di berbagai kelompok usia.

Baca Juga: Anak Butuh Ayah yang Hadir, Psikolog Beberkan Manfaatnya untuk Masa Depan

Salah satu contohnya datang dari Hudzaifah Giyan G. yang telah dikenalkan pada berbagai bahasa sejak usia dini. Menurut sang ayah, Gosra Andri Putra, ketertarikan Hudzaifah terhadap bahasa tumbuh secara alami melalui kombinasi interaksi sehari-hari, lingkungan multibahasa, serta penggunaan berbagai sarana belajar, termasuk platform digital.

"Untuk menjawab pertanyaan om dan tante: Hudzaifah mulai dikenalkan pada berbagai bahasa sejak usia yang masih sangat muda. Sekitar usia 2,5–3 tahun, ia mulai belajar bahasa Inggris secara mandiri, dan salah satu alat yang ia gunakan adalah Duolingo. Menurut saya, aplikasi ini aman untuk anak-anak dan juga menyenangkan, karena dirancang seperti permainan dan menawarkan banyak pilihan bahasa. Yang terpenting, sama seperti penggunaan gadget atau permainan lainnya, pengawasan orang tua tetap menjadi hal yang penting dalam penggunaan oleh anak-anak," kata Gosra.

  1. Lebih dari Sekadar Kemampuan Berkomunikasi

Di luar manfaat akademis, kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa juga dapat membantu anak mengenal beragam budaya, perspektif, dan cara berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dinilai penting di tengah dunia yang semakin terkoneksi dan menuntut kemampuan beradaptasi yang tinggi.

Seiring semakin banyak orang tua mencari cara untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, pembelajaran bahasa asing kini tidak lagi dipandang hanya sebagai keterampilan komunikasi. Bagi banyak keluarga, aktivitas ini juga menjadi investasi jangka panjang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan beradaptasi, serta fondasi pembelajaran sepanjang hayat.