Masih banyak orang tua yang percaya bahwa memberikan susu atau makanan tinggi kalori dapat membantu anak tumbuh lebih tinggi. Padahal, anggapan tersebut merupakan mitos yang berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan dan pertumbuhan anak.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI (Hon.), mengatakan dirinya masih sering menerima pasien anak yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat pola pemberian nutrisi yang kurang tepat.
Menurutnya, tidak sedikit anak yang datang ke klinik karena tinggi badannya tidak sesuai harapan, tetapi sebelumnya telah diberikan susu atau makanan dengan kandungan kalori tinggi dalam jumlah besar.
"Saya masih sering mendapatkan pasien yang datang dengan masalah pertumbuhan. Kalau ditanya, banyak sekali yang pernah atau sedang diberikan makanan maupun susu tinggi kalori. Ini yang menurut saya harus benar-benar dipertimbangkan. Orang tua harus paham bahwa produk seperti ini kandungannya tinggi kalori dan juga harus memperhatikan kandungan gulanya," papar Prof. Aman, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya, Senin (29/6/2026).
Prof. Aman menuturkan, banyak orang tua yang hanya berfokus pada upaya menaikkan berat badan tanpa memperhatikan apakah berat badan anak sudah melewati batas normal. Akibatnya, lanjut dia, anak justru berisiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Prof. Aman juga meluruskan anggapan yang masih banyak beredar di masyarakat bahwa semakin banyak anak minum susu, maka semakin tinggi pula pertumbuhannya.
"Itu mitos yang salah bahwa kalau diberikan banyak susu, anak akan menjadi lebih tinggi. Yang perlu dipahami, susu tinggi kalori lebih membantu menaikkan berat badan, bukan secara langsung meningkatkan tinggi badan," tegasnya.
Baca Juga: Gaya Hidup Sehat Anak Menurut Dokter Ahli Endokrinologi