Sorotan terhadap Posisi Indonesia di Indeks MSCI

Lebih lanjut, Edhie Baskoro yang juga merupakan lulusan dari bidang keuangan dari Curtin University, juga menyoroti posisi Indonesia dalam indeks pasar saham global, khususnya Morgan Stanley Capital International (MSCI). Saat ini Indonesia masih berada dalam kategori emerging market, dengan potensi untuk naik ke level yang lebih tinggi.

“Kenaikan status Indonesia di MSCI bukan sekadar simbol, tetapi pintu masuk bagi arus investasi global yang lebih besar. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan inklusif,” ujarnya.

Namun, Ibas mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan struktural, mulai dari tata kelola perusahaan hingga praktik-praktik pasar yang belum sepenuhnya sehat, yang perlu dibenahi secara serius.

“Kita perlu reformasi yang lebih mendalam, mulai dari penyederhanaan regulasi, peningkatan transparansi, hingga pemberantasan praktik pasar yang tidak sehat. Investor global harus yakin bahwa Indonesia adalah tempat yang aman dan terpercaya untuk berinvestasi,” tambahnya.

Tantangan Ekonomi dan Keberpihakan pada Rakyat

Di tengah ketidakpastian global, tekanan inflasi, dan tantangan struktural domestik, Edhie Baskoro mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan ekonomi yang lebih pro-rakyat dan berorientasi pada sektor-sektor produktif.

Sebagai wakil rakyat, Ibas menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan publik, termasuk dalam pengelolaan pasar modal dan pengisian jabatan-jabatan strategis.

“Kita tidak boleh lengah, apalagi membiarkan kepentingan segelintir elit mengalahkan kepentingan rakyat. Semua kebijakan harus berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat luas,” tegasnya.

Komitmen Fraksi Partai Demokrat

Ibas menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Fraksi Partai Demokrat DPR RI untuk terus mengawal kebijakan ekonomi yang inklusif, transparan, dan berkeadilan, serta mendorong penguatan pasar modal sebagai pilar penting perekonomian nasional.

Mengutip pernyataan peraih Nobel Ekonomi Joseph E. Stiglitz, Ibas mengingatkan pentingnya sistem keuangan yang berfungsi dengan baik bagi pembangunan ekonomi. Menurutnya, hanya dengan reformasi yang konsisten dan menyeluruh, Indonesia dapat membangun pasar modal yang efisien, tangguh, dan berdaya saing global.