Pakar komunikasi politik Selamat Ginting menyebut, kelompok oligarki sedang mengincar sejumlah tangan kanan Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi.
Dia memprediksi Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana berpotensi menjadi sasaran berikutnya kelompok oligarki setelah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah terseret perkara hukum.
Prediksi itu disampaikan Ginting dalam Diskusi Media Buka Fakta yang digelar Mediatrust.id bersama Forum Jurnalis Merdeka (FJM) di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Menurut Ginting, proses hukum terhadap Febrie tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik dan perlawanan terhadap agenda Presiden Prabowo Subianto dalam menertibkan penguasaan kawasan hutan dan sumber daya alam (SDA). Febrie sebelumnya menjabat Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Baca Juga: Kubu Febrie Adriansyah Bantah Sutrimo Kepala Rumah Tangga: Dia Tinggal di Klinik Kosong
Febrie ditetapkan sebagai tersangka dalam tiga perkara dugaan korupsi pada Juli 2026. Ia kemudian ditahan Kejaksaan Agung terkait perkara dugaan tindak pidana pencucian uang.
Ginting menilai langkah Prabowo menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Satgas PKH berhadapan dengan kepentingan kelompok yang selama ini memperoleh keuntungan dari sistem lama. Dari bisnis ini mereka mengeruk ribuan triliun secara tidak sah. Itulah sebabnya mereka melakukan perlawanan balik terhadap Prabowo.
“Yang dilawan Prabowo adalah oligarki dan kroni yang ada di pusat kekuasaan. Susah melawan kekuasaan yang sudah dibentuk 10 tahun. Betul-betul berbenturan dengan Jokowi,” kata Ginting.
Ia menduga terdapat kelompok atau oknum yang berupaya melindungi kroni internal dengan melemahkan Satgas PKH. Menurut dia, penetapan Febrie sebagai tersangka telah memberikan dampak psikologis terhadap jajaran di bawahnya.
“Penangkapan Febrie yang notabene adalah kepala Satgas PKH membuat jajaran di bawahnya lemas. Terbukti setelah itu tidak ada lagi tindakan berarti dari Satgas PKH,” ujarnya.
Namun, Ginting menilai menyingkirkan Febrie belum mencapai tujuan kelompok oligarki. Karena itu, ia memperkirakan masih ada orang dekat Prabowo yang berpotensi menjadi sasaran.
“Makanya menurut saya sasaran selanjutnya adalah kepala PPATK. Saya rasa Prabowo sudah tahu,” ujar Ginting.
Saat ini PPATK dipimpin Ivan Yustiavandana. Berdasarkan profil resmi PPATK, Ivan telah memimpin lembaga tersebut sejak 2021 dan memiliki pengalaman panjang di lembaga intelijen keuangan.