Konglomerat Prajogo Pangestu kembali menduduki posisi teratas daftar orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya melonjak US$1 miliar atau sekitar Rp17,84 triliun hanya dalam sehari, sehingga kembali menyalip taipan batu bara Low Tuck Kwong.

Berdasarkan Forbes Real Time Billionaires Index pada Rabu (12/8/2026), Prajogo tercatat memiliki kekayaan bersih US$17,9 miliar. Sehari sebelumnya, kekayaannya berada di level US$16,9 miliar.

Lonjakan tersebut membuat Prajogo kembali menggeser Low Tuck Kwong yang kini berada di posisi kedua dengan kekayaan bersih US$16,8 miliar. Dalam satu sesi perdagangan, kekayaan Low tercatat turun US$86,6 juta atau 0,51%.

Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Terbaru: Low Tuck Kwong Kembali Salip Prajogo Pangestu

Di posisi ketiga terdapat Robert Budi Hartono, pemilik Grup Djarum, dengan kekayaan bersih US$16,1 miliar. Kekayaannya turun US$58,3 juta atau 0,36%.

Sementara itu, pemilik Grup Salim, Anthoni Salim, berada di posisi keempat dengan kekayaan US$10,8 miliar. Kekayaannya turun US$80,9 juta atau 0,74%.

Perubahan kekayaan para konglomerat tersebut terjadi di tengah pergerakan pasar saham. Pada perdagangan Rabu (12/8/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,69% ke level 6.373,85. Namun, secara year to date (YtD), IHSG masih mencatatkan koreksi sebesar 26,29%.

Prajogo Borong Saham CUAN

Di tengah kenaikan kekayaannya, Prajogo Pangestu juga tercatat menambah kepemilikannya di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Agustus 2026, Prajogo membeli 51,7 juta saham CUAN dalam serangkaian transaksi.

Baca Juga: Daftar 6 Orang Terkaya di Indonesia per Akhir Juni 2026, Sukanto Tanoto Geser Prajogo Pangestu

Total dana yang dikeluarkan dalam aksi pembelian tersebut mencapai sekitar Rp36,68 miliar, dengan harga pembelian rata-rata sekitar Rp709,5 per saham.

Transaksi terbesar mencapai 16,17 juta saham pada harga Rp710 per saham. Prajogo juga membeli 4,26 juta saham pada harga Rp715, 4,04 juta saham pada Rp700, serta 3,65 juta saham pada Rp690 per saham.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Prajogo di CUAN meningkat dari 90,353 miliar saham atau 80,37% menjadi 90,405 miliar saham atau 80,41%.

Dalam laporan yang sama, transaksi tersebut disebut dilakukan untuk tujuan investasi pribadi. Prajogo juga menyatakan statusnya sebagai pemegang saham pengendali dan memilih untuk mempertahankan pengendalian atas perusahaan.

Baca Juga: Jatuh-Bangun Prajogo Pangestu Mendirikan Barito Pacific

Aksi borong saham CUAN tersebut dilakukan menjelang pengumuman hasil review MSCI pada 12 Agustus 2026. Sebelumnya, CUAN menjadi salah satu dari tiga emiten Grup Barito yang dikeluarkan dari indeks utama MSCI dalam pengumuman rebalancing pada 13 Mei 2026.

Kembalinya Prajogo ke posisi teratas daftar orang terkaya Indonesia memperlihatkan bagaimana pergerakan harga saham dapat dengan cepat mengubah posisi kekayaan para konglomerat dalam daftar miliarder dunia.