Krisis moneter 1998 menjadi salah satu peristiwa yang paling diingat dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Tak hanya masyarakat awam, peristiwa yang menjadi pemicu penggulingan rezim orde baru ini juga menjadi catatan kelam bagi banyak perusahaan Tanah Air.
Krisis moneter 1998, meluluhlantakan ekonomi Indonesia hingga ke titik paling rendah. Banyak perusahaan besar tidak mampu menahan gelombang badai krisis, tidak sedikit perusahaan mapan yang berguguran, menyerah lalu gulung tikar. Namun ada pula yang mampu bertahan kendati terseok-seok. Segala upaya dilakukan untuk mencoba bangkit berdiri.
Baca Juga: Mengenal Sosok Rudolf Tjandra, CEO & President Director Kalbe Nutritional
Kalbe Farma menjadi salah satu perusahaan yang mampu melewati badai itu, krisis yang menghantam tak membuat perusahaan itu benar-benar tumbang, itu bukan keajaiban yang jatuh secara otomatis dari langit, ini terjadi berkat kerja senyap orang-orang profesional di balik layar.
Vidjongtius salah satunya, ia menjadi sosok penting yang membawa perusahaan pelayanan kesehatan dan farmasi itu melewati badai besar itu kendati ia bukan lah nahkoda utama.
Pria kelahiran 5 Juli 62 tahun lalu itu mulai bergabung dengan Kalbe Farma pada 1990 atau delapan tahun sebelum badai krisis moneter itu meluluhlantakan ekonomi bangsa ini, saat badai itu datang, Vidjongtius sudah menduduki posisi penting di Kalbe Farma ia memainkan peran krusial untuk membawa perusahaan itu berlabuh di dermaga paling aman setidaknya untuk jangka menengah.
Vidjongtius merupakan sosok yang mempersiapkan data untuk memproyeksikan kinerja perusahaan dalam beberapa tahun kedepan, dia juga memainkan peran sebagai negosiator yang sukses meyakinkan banyak kreditur dalam restrukturisasi hutang perusahaan. Berkat kerja senyapnya itu kesepakatan utang yang wajib dilunasi selama lima tahun justru dituntaskan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.
Kerja-kerja senyap Vidjongtius di balik meja tidak hanya menyelamatkan Kalbe Farma yang semula terancam tenggelam disapu gelombang krisis, kerja tulusnya memuluskan jalan kariernya di perusahaan tersebut kendati itu datang dalam waktu bertahun-tahun setelahnya.
Lebih dari satu dekade setelah dihantam krisis moneter, Kalbe Farma sudah kembali ke puncak kejayaannya, Vidjongtius masih setia di belakang layar, namun kali ini jaraknya dengan pucuk pimpinan sudah sangat dekat. Tepat 19 tahun pasca krisis atau pada 2017 Vidjongtius memperoleh amanat menggantikan Bernadette Ruth Irawaty Setiady, yang merupakan keponakan dari dr. Boen sebagai presiden direktur Kalbe Farma.
Dalam buku biografi pemilik Kalbe Farma, Boenjamin Setiawan, Ilmu Kunci Kemajuan, disebutkan bahwa Vidjongtius merupakan sosok profesional dan successor terpilih, yang disetujui oleh seluruh direksi dan para pemegang saham Kalbe Farma untuk melanjutkan estafet kepemimpinan perusahaan.
Riwayat Karier
Jebolan Universitas Trisakti sudah malang melintang di berbagai perusahaan beken sebelum memantapkan hatinya untuk menetap Kalbe Farma, jadi kalau untuk urusan pengalaman karier jelas tak perlu ditanya lagi.
1985 adalah titik awal,Vidjongtius terjun ke dunia profesional dengan bergabung di Kantor Akuntan Publik Drs. Joseph Susilo & Rekan. Di tempat ini ia mendedikasikan diri hingga 1990 dan melanjutkan kariernya PT Kalbe Farma Tbk selama dua tahun.
Pada 1992 hingga 1997 ia pindah ke PT Dankos Laboratories Tbk sebagai direktur keuangan lalu menjadi Presiden Direktur PT Enseval Putera Megatrading Tbk pada medio 2006 hingga 2010.
Pada sisi lain Vidjongtius juga tercatat sebagai Direktur PT Kalbe Farma Tbk pada 1997 hingga 2017 lalu menjadi Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk hingga sekarang.
Tak hanya itu, Vidjongtius juga tercatat menjadi Presiden Komisaris PT Sanghiang Perkasa Presiden Komisaris PT Saka Farma Laboratories, Komisaris PT Innolab Sains Internasional serta Komisaris PT Kalgen DNA.