Melalui mesin tersebut, kata Setiady nasabah dapat melakukan sejumlah layanan secara mandiri, termasuk penggantian kartu dalam waktu sangat singkat.

“Nasabah merasa sangat terbantu dan bisa melakukan penggantian kartu hanya di bawah 5 menit. Jadi, waktu itu cukup membantu buat banyak nasabah kita,” ungkap Setiady.

Menurut Setiady, strategi digitalisasi BCA dijalankan secara menyeluruh. Di satu sisi, BCA mendorong transaksi agar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui mobile banking dan internet banking.

Di sisi lain, kantor cabang juga terus ditingkatkan dengan sentuhan teknologi.

“Strategi kita memang melakukan digitalisasi transaksi yang bisa nasabah lakukan di mana saja, kapan saja dengan aplikasi mobile banking, internet banking. Kemudian di cabang kita juga melakukan digitalisasi dengan harapan bahwa nasabah itu dapat dilayani dengan lebih cepat,” tuturnya.

Dengan proses yang sudah terdigitalisasi, kata Setiady, transaksi menjadi lebih efisien. Hal ini bukan hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberi ruang bagi frontliner untuk memberikan layanan yang lebih personal.

“Karena pada transaksi-transaksi itu sudah dilakukan secara digital, proses transaksinya bisa dilakukan dengan efisien. Sehingga, frontliner kita punya lebih banyak waktu untuk melayani nasabah,” tandas Setiady.

Baca Juga: BCA Nilai Kantor Cabang Masih Relevan di Era Digital: Nasabah Butuh Human Touch