Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja, kembali memborong saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Melalui keterbukaan informasi, Jahja menyampaikan telah membeli hingga 67.000 lembar saham BCA pada 2 Februari 2026.

Saham tersebut ia beli dengan harga Rp7.450 per lembar. Jika dikalkulasikan, dalam transaksi tersebut Jahja Setiaatmadja merogoh kocek sebesar Rp499,15 juta. Dalam keterbukaan informasi tersebut pula, Jahja menyebut transaksi dilakukan untuk tujuan investasi.

Baca Juga: Usai Demutualisasi Bursa, Danantara Bidik Kepemilikan hingga 30% Saham BEI

Dengan adanya transaksi tersebut, total kepemilikan saham Jahja di BCA bertambah menjadi 35.000.644 unit atau 0,03% porsi kepemilikan. Sebelum transaksi dilaksanakan, Jahja tercatat menggenggam 34.933.644 unit. Kepemilikan saham tercatat langsung atas nama Jahja dengan klasifikasi saham biasa.

Untuk diketahui, manajemen BCA mengumumkan penyelenggaraan buyback saham pada akhir Januari lalu. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyebutkan bahwa BCA akan melakukan buyback dengan nilai maksimal Rp5 triliun. 

Baca Juga: Cara Pandang Direktur BCA Kala Hadapi Krisis di Organisasi

Aksi korporasi tersebut dilakukan dalam rangka turut mendukung stabilitas pasar modal Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham.

“Jumlah nilai  buyback  adalah sebesar-besarnya Rp5.000.000.000.000 (lima triliun rupiah) termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya,” jelas Hera.

Adapun periode  pembelian kembali  akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana pembelian kembali saham oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2026.