Founder Mayapada Group, Dato Sri Tahir, mengatakan kebiasaan beramal yang ia lakukan sekarang ini merupakan sikap yang telah diajarkan oleh kedua orang tua sejak lama. 

Sejak kecil dulu, Tahir terbiasa menyaksikan kedua orang tua yang selalu berupaya untuk menolong sesama lewat berbagai kegiatan amal kendati ketika mereka bukan termasuk golongan keluarga mapan, mereka belum menjadi konglomerat seperti sekarang ini. 

Baca Juga: Tahir Soal Kebiasaan Beramal: Ketika Memberi Kita Mendapatkan, Berbagi Bukan Kehilangan

Kebiasaan-kebiasan baik kedua orang tuanya dilanjutkan hingga sekarang, Tahir rutin berbagi kepada mereka yang membutuhkan, baik lewat pribadi maupun melalui Tahir Foundation, sebuah yayasan filantropi yang ia dirikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program kesehatan, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan.

"Ibunda itu membesarkan saya setengah mati susah, dua-dualah Bapak dan Ibu. Sehingga mereka memberikan satu teladan, bahwa mereka tidak mampu tapi mereka masih bisa membantu orang yang lebih tidak mampu. Nah, ajaran itu sangat tertanam di konstitusi diri saya," kata Tahir dalam sebuah wawancara bersama Olenka.id ditulis di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Menurut Tahir, berbagi kepada mereka yang lebih membutuhkan mendatangkan kebaikan baik kepada mereka yang menerima maupun kepada si pemberi.

"Maka itu saya merasa bisa menyisihkan sesuatu bagi orang lain itu adalah berkah untuk saya, untuk diri sendiri. Bukan hanya berkah untuk orang lain, tapi waktu saya berikan, orang pertama yang terima itu berkah justru saya," ujarnya. 

Bagi Tahir, berbagi itu bukan kehilangan melainkan berbagi adalah mendapatkan. Filosofi itu sudah dipegang teguh sejak lama. Karenanya, Tahir tak pernah neko-neko dalam beramal.

Baca Juga: Dari Bos Apple hingga Dato Tahir, Ini Deretan Konglomerat yang Terbiasa Bangun Pagi

"Karena bagi saya ada bahasa Mandarin mengatakan berbagi itu adalah mendapatkan. Berbagi bukan hilang. kalau bahasa Inggrisnya to give is to gain.Waktu kita memberi sebenarnya kita mendapatkan sesuatu. Itu saya punya filosofi dan saya percaya kepada filosofi itu," pungkasnya.