Presiden Prabowo Subianto berencana membuka kampus kedokteran dan teknik dalam waktu dekat ini. Rencana itu sedang dalam kajian.

Kepala Negara mengatakan universitas kedokteran dan teknik itu bakal digratiskan. Seluruh ongkos kuliah ditanggung negara.

Baca Juga: Diresmikan Prabowo, Ini Sederet Fakta Soal Sekolah Rakyat

“Dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran, dan di kampus kedokteran ini dan rencana saya kampus-kampus kedokteran, teknik, dan sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara," kata Prabowo dalam peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2025).

Prabowo meyakini pendidikan merupakan salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan di negara ini. Karenanya negara harus menyediakan fasilitas pendidikan bermutu tinggi untuk mencetak generasi masa depan yang unggul. Apalagi saat ini, Indonesia sedang kekurangan tenaga kesehatan khususnya dokter gigi.

"Tapi pendidikan butuh uang, uang kita kalau dicuri, dikorupsi kurang untuk bangun semua sekolah yang ingin kita bangun, semua kampus yang ingin kita bangun," ucapnya.

Selain membangun universitas, salah satu program pemerintahan Prabowo dalam mengentaskan kemiskinan ialah lewat Sekolah Rakyat.

Pada hari ini, Senin (12/1/2025) Kemensos menggelar peluncuran Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis memutus rantai kemiskinan antar generasi. Program ini merupakan inisiatif pemerintah bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 DTSEN.

Pada 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi. Tersebar di Sumatra 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.

Baca Juga: 67,1 Persen Pemilih Prabowo Ogah Pilkada Lewat DPRD

Sekolah Rakyat rintisan saat ini menampung 14.846 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan.