Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia melahirkan banyak pengusaha sukses yang berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Sejumlah nama tak hanya dikenal karena capaian bisnisnya, tetapi juga kontribusinya dalam kegiatan sosial, filantropi, hingga penguatan nilai-nilai keislaman dalam praktik usaha.
Memasuki awal 2026, sejumlah pengusaha muslim tercatat berada dalam jajaran orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Kekayaan mereka tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari pertambangan, energi, perbankan, hingga konglomerasi multisektor. Nilai aset mereka pun bergerak dinamis mengikuti fluktuasi harga komoditas global dan pergerakan pasar saham.
Berikut lima pengusaha muslim terkaya di Indonesia:
Baca Juga: 5 Pemilik Klub Olahraga Terkaya di Indonesia
1. Chairul Tanjung
Nama Chairul Tanjung tak bisa dilepaskan dari kesuksesan konglomerasi CT Corp. Dijuluki “Anak Singkong”, ia membangun kerajaan bisnisnya dari nol hingga menjadi salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air.
Melalui lini usaha seperti Bank Mega dan Trans Corp, Chairul Tanjung mengembangkan bisnis di sektor keuangan, media, ritel, hingga gaya hidup. Estimasi kekayaannya mencapai sekitar US$4,2 miliar atau setara Rp69 triliun.
Meski sempat terdampak koreksi pasar saham pada 2025 yang membuat nilai kekayaannya menyusut, posisinya tetap kokoh di jajaran elite konglomerat nasional. Di luar bisnis, ia dikenal aktif dalam kegiatan filantropi, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Baca Juga: Daftar Kolektor Mobil Terkaya di Indonesia, dari Pengusaha hingga Selebritas
2. Garibaldi Thohir
Garibaldi Thohir atau akrab disapa Boy Thohir merupakan salah satu tokoh penting di sektor energi dan pertambangan. Ia memimpin Adaro Energy, salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia, serta terlibat dalam pengembangan tambang emas melalui Merdeka Copper Gold.
Kekayaannya diperkirakan mencapai US$3,8 miliar atau sekitar Rp60 triliun, didorong oleh kinerja ekspor komoditas dan momentum penawaran saham perdana (IPO) sejumlah entitas terkait.
Baca Juga: Daftar 50 Orang Terkaya Indonesia 2025 Versi Forbes
Saudara dari Menteri BUMN Erick Thohir ini juga mulai memperluas ekspansi bisnis ke sektor mineral hijau, sejalan dengan tren transisi energi global.
3. Aburizal Bakrie
Aburizal Bakrie merupakan figur lama dalam daftar konglomerat nasional. Melalui Bakrie Group, ia mengembangkan bisnis di sektor energi, pertambangan, dan properti.
Beberapa entitas usahanya antara lain Bumi Resources dan Bumi Resources Minerals. Estimasi kekayaannya saat ini berada di kisaran US$1–2 miliar.
Pada periode 2007–2008, ia pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan mencapai US$5,4 miliar. Kini, Bakrie fokus pada restrukturisasi utang, konsolidasi bisnis, serta diversifikasi ke sektor agribisnis. Ia juga masih memiliki pengaruh di ranah politik melalui Partai Golkar.
4. Rusli Zainal
Rusli Zainal dikenal sebagai pengusaha yang membangun kerajaan bisnis properti dan investasi, khususnya di kawasan Sulawesi dan Jakarta. Ia mengembangkan pusat perbelanjaan, kawasan hunian, hingga hotel melalui jaringan usaha yang kuat di tingkat regional.
Selain properti, investasinya juga merambah sektor perkebunan sawit dan pertambangan. Meski data kekayaan terbarunya tidak selalu muncul dalam daftar utama Forbes, ia disebut memiliki aset bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari kepemilikan saham dan aset keluarga.
5. Syahrir Siregar
Syahrir Siregar merupakan pengusaha asal Sumatera Utara yang memiliki portofolio bisnis di sektor properti komersial, perhotelan, serta investasi saham blue-chip.
Berbasis di Medan, ia mengembangkan sejumlah pusat perbelanjaan dan apartemen premium dengan strategi investasi jangka panjang. Kekayaannya disebut mencapai miliaran rupiah, menjadikannya salah satu pengusaha muslim yang konsisten membangun bisnis stabil di luar sorotan utama daftar 50 besar Forbes.
Secara umum, kekayaan para pengusaha tersebut bersumber dari kepemilikan saham publik, diversifikasi usaha, serta ekspansi lintas sektor. Nilainya pun terus bergerak mengikuti dinamika pasar global.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pengusaha muslim Indonesia tidak hanya berperan sebagai motor penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai figur yang turut membentuk lanskap bisnis nasional melalui ekspansi, inovasi, dan kontribusi sosial yang berkelanjutan.