Ia menambahkan, kopi sendiri bukan persoalan utama. Namun, konsumsi kopi yang dibarengi dengan kebiasaan merokok perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis dan memengaruhi tekanan darah.

“Kopi tuh aman. Nah, kopi dikombinasi rokok, naik tuh simpatis. Dua kombinasi yang membuat tekanan darah anak-anak muda ini menjadi tekanan darah secara tidak teratur,” jelasnya.

Lebih jauh, dokter Tirta juga mengingatkan pentingnya mengetahui kondisi tekanan darah. Secara umum, tekanan darah sekitar 120/80 mmHg sering dijadikan acuan tekanan darah normal. Sementara tekanan sistolik yang mencapai 140 mmHg atau lebih perlu diwaspadai karena dapat mengarah pada hipertensi.

Ia juga menekankan bahwa angka diastolik atau tekanan darah bawah perlu diperhatikan. Menurutnya, angka diastolik yang semakin tinggi dapat menjadi tanda adanya masalah tekanan darah yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Karena itu, pengukuran tekanan darah secara berkala menjadi langkah penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko, mengalami stres tinggi, kurang tidur, jarang berolahraga, atau mempunyai riwayat penyakit kardiovaskular dalam keluarga.

Untuk mencegah dan membantu mengendalikan hipertensi, dokter Tirta menekankan bahwa perubahan gaya hidup tidak kalah penting dibandingkan pengobatan.

Menurutnya, anak muda perlu mulai membangun kebiasaan yang lebih sehat dengan rutin berolahraga, memperbaiki pola tidur, serta mengurangi stres yang berasal dari pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.

“Jadi ubah gaya hidup, rajin olahraga, tidur teratur, dan kurangi stres kerja,” tandasnya.

Baca Juga: Benarkah Kurangi Garam Bisa Cegah Hipertensi? Begini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi