Presiden Prabowo Subianto berambisi membangun  pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Target ambisius itu kata Prabowo bakal dihujat oleh masyarakat yang mengklaim diri sebagai pakar. 

Prabowo mengatakan, target pembangunan PLTS yang diperkirakan tuntas dalam tiga tahun ke depan itu bakal dipandang enteng dan dianggap mustahil sejumlah kalangan. Meski begitu kata Prabowo pemerintah tak bakal surut  mempercepat transisi energi dan memperkuat kemandirian nasional.

Baca Juga: Lanjutkan Penggeledahan, Kortas Tipikor Sasar Ruko Kosong di Sekitar De Clan dan Koin Money Changer Cipete

"Dan kita akan, kita akan dikenyek. Kita saya kasih tahu siap-siap, kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pinter-pinter itu akan bilang mana mungkin? Ya kan? Mana mungkin?" kata Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dilansir Jumat (10/7/2026). 

Presiden menegaskan pembangunan PLTS akan dimulai tahun ini dengan kapasitas awal 17 GW. Pemerintah kemudian membidik total kapasitas mencapai 100 GW dalam dua tahun mendatang. 

Prabowo lantas meminta konfirmasi langsung dari para menteri mengenai kesiapan mereka mewujudkan target tersebut.

Baca Juga: Kejagung Minta Penggeledahan Kortas Tipikor Tak Dikaitkan dengan Orang Atau Instansi Tertentu

"100 gigawatt dalam dua tahun. Bisa Pak Rosan? Bisa. Kok kurang keras, bisa? Bisa. Menteri Ekon, Menko bisa? Bisa. Menteri ESDM bisa?" ucapnya.