Akademisi sekaligus Cross Culture Lecturer, Ali Syarief, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai Jokowi memiliki ambisi untuk kembali merebut kekuasaan pada 2029 melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Penilaian tersebut disampaikan Ali setelah mencermati pidato Jokowi dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu. Menurutnya, pernyataan Jokowi merupakan sinyal terbuka mengenai ambisinya untuk kembali berperan dalam percaturan politik nasional.

Melalui akun X pribadinya, Ali bahkan melontarkan sindiran keras dengan menyinggung polemik ijazah yang selama ini dikaitkan dengan Jokowi.

Baca Juga: Jokowi All Out Ingin Menangkan PSI di 2029: Ini Adalah Pertaruhan...

"Deklarasi kepada publik, terang-terangan, Jokowi ingin berkuasa lagi, 2029, melalui PSI. Harusnya malu. Ia berani karena tak punya ijazah," tulis Ali Syarief, dikutip Selasa (4/8/2026).

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan optimisme terhadap peluang PSI pada Pemilu 2029 saat menghadiri Rakorda PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Sabtu (1/8/2026).

Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan target PSI bukan sekadar lolos ke DPR RI, tetapi meraih kemenangan pada Pemilu 2029.

Baca Juga: Jokowi Membeli Orang-orang untuk Mendukungnya, Kelakuannya Persis Penjajah!

"Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029," kata Jokowi.

Meski tidak memerinci bentuk kemenangan yang dimaksud, Jokowi mengaku memiliki kalkulasi politik yang membuatnya optimistis PSI mampu menembus parlemen.

"Kalau soal masuk Senayan, saya tidak mendahului dan tidak sombong. Tetapi kita punya hitung-hitungan, kita punya kalkulasi. Masuk," ujarnya.

Jokowi juga menilai antusiasme kader di berbagai daerah menjadi modal penting bagi PSI. Ia mencontohkan tingginya partisipasi peserta Rakorda di Kota Kupang sebagai bukti dukungan yang terus menguat.

Selain Nusa Tenggara Timur, Jokowi mengaku melihat semangat serupa dari kader PSI di sejumlah wilayah di Lampung. Menurutnya, peluang PSI akan semakin besar apabila struktur kepengurusan partai mampu diperkuat hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS).