Kreator Jadi Penghubung antara Produk dan Konsumen

Di tengah perubahan pola belanja, kreator juga memainkan peran penting dalam membantu konsumen menemukan produk. Meta mengembangkan berbagai fitur yang memungkinkan kreator sekaligus pelaku usaha terhubung lebih langsung dengan calon pembeli.

Salah satunya melalui iklan berbentuk video live yang memungkinkan bisnis memanfaatkan format livestream. Penayangan dapat dimulai dalam waktu sekitar dua menit tanpa biaya penjualan dari platform.

Format ini dinilai relevan dengan kebiasaan konsumen Asia yang sebagian besar telah terbiasa menonton livestream setiap pekan.

Meta juga memperluas program affiliate di Asia Pasifik. Melalui program tersebut, kreator dapat bekerja sama dengan mitra ritel dan memperoleh komisi dari penjualan produk yang direkomendasikan melalui konten.

Program affiliate telah diperluas bersama Shopee untuk Facebook dan Instagram, Lazada di Asia Tenggara, serta Flipkart dan Myntra di India. Dalam setahun terakhir, lebih dari 10 juta kreator di Asia Pasifik telah menghubungkan akun Facebook mereka dengan program affiliate.

Dalam satu bulan terakhir, kreator disebut telah memperoleh lebih dari US$24 juta dalam bentuk komisi melalui affiliate posts, termasuk Reels, di Facebook. Meta juga mulai menguji solusi iklan berbasis affiliate.

Selain affiliate, fitur tag produk memungkinkan kreator menambahkan produk secara langsung ke dalam unggahan, termasuk Reels. Dengan demikian, kreator tidak lagi harus mengarahkan audiens untuk mencari tautan melalui bio. Fitur tersebut juga dilengkapi ikon belanja dan label ‘Memenuhi Syarat untuk Komisi’ untuk meningkatkan transparansi.

Sementara itu, melalui iklan kemitraan, brand dapat mengalokasikan anggaran untuk memperluas jangkauan konten autentik yang dibuat kreator, dengan tetap mendapatkan persetujuan dari kreator yang bersangkutan.

AI Bantu Bisnis Melayani Konsumen 24 Jam

Pengembangan ekosistem bisnis Meta juga mencakup layanan pelanggan berbasis AI. Salah satunya adalah Meta Business Agent, agen AI yang dapat disiapkan dalam hitungan menit untuk menangani pertanyaan, tindak lanjut, hingga pesanan pelanggan selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu.

Agen tersebut dapat menggunakan gaya komunikasi yang disesuaikan dengan karakter masing-masing brand. Platform Meta Business Agent juga terintegrasi dengan sejumlah sistem, termasuk Shopify, Zendesk, dan Shopee.

Secara global, teknologi ini telah digunakan oleh sekitar 1 juta bisnis melalui WhatsApp dan Messenger dan akan segera diperluas ke Instagram.

Di sisi lain, Meta juga menempatkan keamanan, kepercayaan, dan brand safety sebagai bagian penting dari ekosistem digital.

Sepanjang tahun lalu, Meta menghapus lebih dari 159 juta iklan yang terindikasi penipuan serta menonaktifkan 10,9 juta akun yang terhubung dengan sindikat penipuan di Facebook dan Instagram.

Pada Juni 2026, Meta juga bergabung dengan Microsoft, Coinbase, Starlink, serta sejumlah pihak lain untuk bekerja sama dengan US Department of Justice, Royal Thai Police, dan aparat penegak hukum global dalam memberantas operasi sindikat penipuan.

Operasi tersebut telah menindak lebih dari 1 juta aset daring, termasuk 1,4 juta akun, laman, dan grup di Facebook dan Instagram, 20.000 akun Microsoft, serta ribuan perangkat Starlink. Operasi tersebut juga menghasilkan 63 penangkapan oleh Royal Thai Police.

Upaya edukasi turut dilakukan melalui kampanye “One Step Ahead” yang telah menjangkau lebih dari 303 juta pengguna di 18 negara di Asia Pasifik.

Sementara itu, lebih dari 99 persen konten yang berada berdekatan dengan iklan di Facebook, Instagram, dan Threads telah diverifikasi secara independen sebagai brand-safe oleh mitra pihak ketiga.

Dorong UMKM dan AI yang Lebih Inklusif

Meta juga memperkuat investasi pada pelaku usaha kecil dan pengembangan AI yang inklusif. Salah satu inisiatifnya adalah Small Business Growth Academy yang diluncurkan pada Juni 2026.

Program tersebut membantu UMKM memahami dan memanfaatkan berbagai teknologi AI melalui lokakarya tatap muka, modul pembelajaran yang dapat diakses secara luas, serta pelatihan bersama mitra. Program ini pertama kali diluncurkan di 12 negara Asia Pasifik.

Di Thailand, program baru yang dijalankan bersama Kementerian Pertanian diperkirakan dapat mendukung lebih dari 5.000 petani.

Sementara itu, di Singapura, lebih dari 100 anggota komunitas tunanetra dan individu dengan gangguan penglihatan telah mencoba kacamata Ray-Ban Meta dan Oakley Meta. Mereka memanfaatkan fitur AI untuk membantu membaca menu, mengenali minuman, serta berinteraksi dengan karya seni dan foto.

Kacamata AI Meta sendiri telah diluncurkan di Jepang, Singapura, dan Korea Selatan pada 2026.

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan arah pengembangan Meta di Asia Pasifik yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga membangun ekosistem digital yang menghubungkan konsumen, kreator, UMKM, brand, dan teknologi AI.

Dengan semakin kuatnya kebiasaan konsumen menemukan produk di media sosial, Meta melihat peluang untuk menjadikan platform digital bukan hanya sebagai ruang untuk membangun awareness, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan konsumen hingga akhirnya melakukan transaksi.

Baca Juga: Meta Tambah Pengawasan AI untuk Remaja, Mulai dari Notifikasi Self-Harm hingga Batasan Konten