Actifed, merek obat produksi Haleon, menggandeng Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk meluncurkan modul edukasi berjudul “Batuk dan Pilek dari Perspektif Pasien: Menjawab Keluhan Pasien dengan Edukasi dan Konseling Berbasis Self-Care”. Modul tersebut diharapkan menjadi panduan praktis guna mendukung pemberian konsultasi kepada masyarakat, mendorong penggunaan obat secara bertanggung jawab, sekaligus membantu mengidentifikasi kapan saran medis lebih lanjut dilakukan.

General Manager Haleon Indonesia, Dhanica Mae Dumo-Tiu, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan solusi kesehatan sehari-hari yang lebih baik dengan kemanusiaan, melampaui sekadar menyediakan produk-produk terpercaya.

Baca Juga: Haleon Resmikan Penggunaan PLTS Atap di Fasilitas Produksi Pulo Gadung

“Komitmen ini juga mencakup upaya dalam membantu masyarakat dalam memberikan pengetahuan dan membangun kepercayaan diri yang mereka butuhkan dalam mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan mereka. Melalui Actifed, kami ingin mendukung hal tersebut dengan membuat informasi mengenai swamedikasi untuk batuk dan pilek menjadi lebih mudah dipahami,” katanya di Depok, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).

Berdasarkan penjelasan Dr. apt. Lucy Novianti, MM, Ketua Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, banyak pasien yang telah lebih dahulu menentukan obatnya berdasarkan pengalaman pribadi atau rekomendasi orang lain. Padahal, kondisi dan gejala yang dialami bisa berbeda antara satu individu dengan individu lainnya.

“Melalui modul edukasi baru yang dikembangkan bersama Actifed dan IAI, apoteker akan memiliki sarana panduan tambahan untuk membantu memberikan konseling kepada konsumen, mendukung praktik swamedikasi yang bertanggung jawab, sekaligus mengidentifikasi situasi yang memerlukan saran medis lebih lanjut,” terang apt. Lucy yang sekaligus penulis modul.

Membahas tentang beragam gejala batuk dan pilek, dr. Ikhsanuddin Qoth’i, menjelaskan, “Gejala batuk dan pilek dapat muncul secara berbeda pada setiap orang, bergantung dengan variasi dalam hal karakteristik, intensitas, bahkan durasinya. Dengan mengenali perubahan gejala sejak dini, pasien dapat lebih memahami kapan perawatan swamedikasi tepat untuk dilakukan dan kapan mencari saran dari tenaga kesehatan profesional.”

Kampanye “Beda Gejalanya, Beda Warnanya”

Dalam agenda kolaborasi bersama IAI, Actifed juga meluncurkan kampanye edukasi baru bertajuk “Beda Gejalanya, Beda Warnanya” yang mendorong konsumen untuk memahami gejala mereka sebelum menentukan pengobatan swamedikasi.

“Melalui ‘Beda Gejalanya, Beda Warnanya’, kami ingin membantu konsumen memahami gejala mereka dengan lebih baik dan mengambil keputusan swamedikasi yang lebih tepat. Dengan menyajikan informasi kesehatan yang lebih sederhana dan mudah diakses, kami berharap dapat memberikan kepercayaan diri lebih bagi masyarakat dalam merawat diri dan keluarga,” ujar Anindita Pranawestri, Senior Brand Manager OTC Haleon Indonesia.

Anindita mengatakan, sejumlah konten edukasi tersebut juga ditayangkan dalam platform TikTok Actifed.