Sugi Nur Raharja alias Gus Nur melontarkan kritik keras kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dia menyebut Jokowi adalah mantan pejabat paling munafik, dia merusak tatanan hukum dan menabrak berbagai peraturan demi ambisi politik pribadinya. Ia bahkan menyebut Jokowi cacat moral.
“Aneh bin ajaib ya, mantan pejabat. Manusia ini di mata saya pembohong, pendusta, munafik, penipu ya, perusak. Dan manusia ini banyak kasusnya ya. Secara attitude, etika, estetika, manusia ini banyak cacat moralnya,” kata Gus Nur dilansir Jumat (2/9/2026).
Baca Juga: Pencopotan Listyo Sigit Adalah Serangan Kilat Prabowo, Jokowi Kena Pukulan Telak!
Selama masa kekuasaannya 10 tahun, Jokowi lanjut Gus Nur melakukan berbagai pelanggaran hukum, kini dihadapkan pada berbagai kasus mulai dari dugaan korupsi hingga dugaan ijazah sarjana abal-abal, tetapi ironisnya banyaknya kasus hukum itu terkesan kebal pada Jokowi, ia tak tersentuh hingga hari ini.
“Nah manusia ini setiap korupsi yang ditangkep selalu nyebut nama orang ini. Semua korupsi ditangkep di sidang, di pengadilan selalu nyebut nama orang ini. Dan orang ini ijazahnya dipertanyakan dari zaman baheula itu sampai sekarang terus dipertanyakan,” ujarnya.
“Bahkan urusan ijazahnya orang ini sudah keluar masuk pengadilan, tapi anehnya orang ini gak pernah masuk ke pengadilan. Gak pernah datang ke pengadilan. Padahal gara-gara ijazahnya orang ini banyak anak bangsa dipenjara, dicekal, diborgol, macam-macam,” tambahnya.
Bukan hanya itu, Gus Nur juga membandingkan hal tersebut dengan pernyataan Jokowi yang selama ini disebutnya selalu menyatakan siap memenuhi proses hukum apabila dipanggil.
“Tapi di sisi lain, dia selalu ngomong saya akan datang ke pengadilan, saya taat hukum. Kalau hakim yang meminta, undang-undang yang meminta, saya mau datang ke pengadilan,” katanya lagi.
Dalam kesempatan itu, Gus Nur juga menyinggung aksi pamer Kartu tanda anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dilakukan baru-baru ini. Dia mengatakan yang seharusnya dipamer adalah ijazah sarjana miliknya bukan status keanggotaan partai politik, publik kata dia tidak butuh KTA.
“Dan baru-baru ini dia dengan bangganya menunjukkan kartu tanda anggota partai. Nah ini lebih gila lagi, nunjukkan ijazahnya enggak berani nunjukkan kartu anggota partainya malah berani dengan bangga ini kartu anggota partai saya nih,” bebernya.
Baca Juga: Benarkah Listyo Sigit Didepak Karena Keretakan Jokowi-Prabowo?
“Hei capek deh. Emosi ya, emosi. Gara-gara kamu itu loh, anak-anak negeri berantem, anak-anak negeri diborgol, anak-anak negeri cekal, anak-anak negeri di penjara,” tambahnya memungkas.