3. Labu Kuning

Labu kuning tidak hanya mudah diolah menjadi berbagai makanan, tetapi juga mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Sayuran ini kaya akan antioksidan, zinc, dan zat besi. Kandungan tersebut berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Asupan nutrisi yang cukup pun penting untuk membantu tubuh menghadapi berbagai gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

4. Tomat

Tomat menjadi makanan lain yang dapat mendukung kesehatan paru-paru. Buah ini mengandung likopen, yakni antioksidan kuat yang membantu melindungi sel dari kerusakan sekaligus berperan dalam mengurangi peradangan.

Penelitian dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan bahwa konsumsi tomat segar secara rutin dikaitkan dengan penurunan fungsi paru-paru yang lebih lambat seiring bertambahnya waktu, terutama pada orang yang pernah merokok.

Karena itu, tomat dapat menjadi pilihan sederhana untuk ditambahkan ke dalam menu sehari-hari, baik dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi bagian dari makanan.

5. Sayuran Berdaun Hijau

Jangan lupakan sayuran berdaun hijau seperti bayam, pakcoy, dan sawi. Konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah lebih tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit paru-paru yang lebih rendah.

Sayuran berdaun hijau juga menjadi salah satu sumber utama nitrat dari makanan. Nitrat tersebut dapat diubah tubuh menjadi oksida nitrat yang membantu mendukung fungsi pembuluh darah dan aliran oksigen.

Selain itu, sayuran hijau mengandung vitamin K1. Asupan vitamin K1 disebut berkaitan dengan kapasitas pernapasan yang lebih baik serta risiko penyakit paru-paru kronis yang lebih rendah.

Perlu diingat, Growthmates, mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan mendukung kesehatan secara umum. Namun, pola makan sehat tidak menggantikan langkah perlindungan utama dari paparan abu vulkanik.

Saat kualitas udara terdampak abu vulkanik, masyarakat tetap perlu menggunakan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan tinggi, serta menghindari menghirup abu secara langsung.

Semoga informasinya bermanfaat, ya!

Baca Juga: Jakarta dan Sekitarnya Dikepung Abu Vulkanik, Kemenkes Beri Peringatan Keras, Hindari 3 Hal Ini