Growthmates, abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta. Kondisi tersebut menambah perhatian masyarakat terhadap kualitas udara dan risiko gangguan kesehatan akibat paparan partikel abu vulkanik.

Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material ini terdiri atas fragmen batuan, kristal mineral, serta kaca vulkanik yang terbentuk selama letusan gunung berapi. Partikelnya berukuran sangat halus, terasa seperti pecahan kaca, dan tidak larut dalam air.

Ketika terhirup, abu vulkanik dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok yang memiliki penyakit pernapasan sebelumnya. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker saat berada di luar ruangan dan mengurangi paparan abu sebanyak mungkin.

Selain perlindungan dari luar, menjaga asupan makanan bergizi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh, termasuk fungsi paru-paru. Sejumlah makanan diketahui mengandung antioksidan, vitamin, mineral, maupun senyawa lain yang mendukung kesehatan pernapasan.

Dilansir dari Verywell Health, Senin (7/9/2026), berikut 5 makanan yang dapat menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan paru-paru.

1. Apel

Apel merupakan salah satu buah yang kaya nutrisi dan dapat menjadi bagian dari pola makan untuk menjaga kesehatan paru-paru.

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi apel dan tomat dikaitkan dengan penurunan fungsi paru-paru yang lebih lambat pada orang dewasa. Kandungan antioksidan dan berbagai nutrisi dalam apel juga membuat buah ini baik dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

2. Buah Bit

Buah bit juga disebut sebagai salah satu makanan yang baik untuk mendukung fungsi paru-paru. Bit kaya akan nitrat yang kemudian dapat diubah tubuh menjadi oksida nitrat.

Oksida nitrat berperan dalam membantu melemaskan pembuluh darah sehingga aliran darah dan oksigen di dalam tubuh dapat menjadi lebih baik.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jus bit yang kaya nitrat berpotensi meningkatkan kemampuan berjalan dan stamina pada orang dengan kondisi paru-paru tertentu, termasuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau COPD.

Baca Juga: Abu Vulkanik Mulai Terdampak ke Sejumlah Wilayah, Ini 3 Vitamin yang Disarankan Dokter untuk Dikonsumsi

3. Labu Kuning

Labu kuning tidak hanya mudah diolah menjadi berbagai makanan, tetapi juga mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Sayuran ini kaya akan antioksidan, zinc, dan zat besi. Kandungan tersebut berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Asupan nutrisi yang cukup pun penting untuk membantu tubuh menghadapi berbagai gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

4. Tomat

Tomat menjadi makanan lain yang dapat mendukung kesehatan paru-paru. Buah ini mengandung likopen, yakni antioksidan kuat yang membantu melindungi sel dari kerusakan sekaligus berperan dalam mengurangi peradangan.

Penelitian dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan bahwa konsumsi tomat segar secara rutin dikaitkan dengan penurunan fungsi paru-paru yang lebih lambat seiring bertambahnya waktu, terutama pada orang yang pernah merokok.

Karena itu, tomat dapat menjadi pilihan sederhana untuk ditambahkan ke dalam menu sehari-hari, baik dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi bagian dari makanan.

5. Sayuran Berdaun Hijau

Jangan lupakan sayuran berdaun hijau seperti bayam, pakcoy, dan sawi. Konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah lebih tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit paru-paru yang lebih rendah.

Sayuran berdaun hijau juga menjadi salah satu sumber utama nitrat dari makanan. Nitrat tersebut dapat diubah tubuh menjadi oksida nitrat yang membantu mendukung fungsi pembuluh darah dan aliran oksigen.

Selain itu, sayuran hijau mengandung vitamin K1. Asupan vitamin K1 disebut berkaitan dengan kapasitas pernapasan yang lebih baik serta risiko penyakit paru-paru kronis yang lebih rendah.

Perlu diingat, Growthmates, mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan mendukung kesehatan secara umum. Namun, pola makan sehat tidak menggantikan langkah perlindungan utama dari paparan abu vulkanik.

Saat kualitas udara terdampak abu vulkanik, masyarakat tetap perlu menggunakan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan tinggi, serta menghindari menghirup abu secara langsung.

Semoga informasinya bermanfaat, ya!

Baca Juga: Jakarta dan Sekitarnya Dikepung Abu Vulkanik, Kemenkes Beri Peringatan Keras, Hindari 3 Hal Ini