Growthmates, industri camilan diperkirakan akan memasuki babak baru pada 2026. Jika sepanjang 2025 perhatian konsumen banyak tersita oleh makanan viral seperti cokelat Dubai, maka tahun depan tren diprediksi bergeser ke camilan yang tidak hanya lezat, tetapi juga menawarkan pengalaman baru saat dinikmati.
Konsumen kini semakin tertarik pada produk yang interaktif, memiliki manfaat kesehatan, terinspirasi dari cita rasa global, hingga tampil menarik untuk dibagikan di media sosial.
Dan, dikutip dari Times Now News, Senin (3/8/2026), berikut 7 tren camilan yang diperkirakan akan mendominasi pasar pada 2026.
1. Permen Interaktif yang Menghadirkan Pengalaman Baru
Permen tidak lagi sekadar menjadi makanan manis, tetapi juga menjadi hiburan. Generasi Z dan Generasi Alpha diprediksi semakin menyukai camilan yang menawarkan pengalaman unik saat disantap.
Mulai dari permen yang harus dikupas, dicampur, dicelupkan, hingga yang menghadirkan ledakan rasa secara bertahap, konsep interaktif membuat aktivitas ngemil terasa lebih menyenangkan. Selain itu, bentuknya yang unik juga membuat camilan jenis ini mudah viral di media sosial.
2. Cita Rasa Acar Merambah Berbagai Jenis Camilan
Rasa acar atau pickle diperkirakan semakin populer di berbagai kategori camilan. Perpaduan rasa asam, asin, segar, dan sedikit pedas dinilai mampu memberikan sensasi berbeda bagi pencinta kuliner yang gemar mencoba sesuatu yang baru.
Tren ini tidak hanya hadir pada camilan gurih seperti keripik, tetapi juga mulai merambah makanan manis melalui kombinasi rasa yang lebih berani dan tidak biasa.
3. Camilan Manis dengan Manfaat Kesehatan
Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat turut mengubah cara mereka memilih camilan. Kini, konsumen tidak hanya mencari rasa yang nikmat, tetapi juga manfaat tambahan bagi tubuh.
Karena itu, camilan fungsional diperkirakan semakin berkembang dengan kandungan seperti kolagen, probiotik, vitamin, protein, maupun bahan bernutrisi lainnya. Produk-produk ini menawarkan pengalaman menikmati makanan manis tanpa mengabaikan aspek kesehatan.
Baca Juga: 9 Bahan Makanan yang Awet Disimpan dan Nyaris Tidak Pernah Kedaluwarsa
4. Camilan Beraroma Kopi Semakin Digemari
Popularitas kopi diprediksi tidak hanya bertahan pada minuman, tetapi juga semakin merambah dunia camilan. Aroma kopi yang khas dinilai cocok dipadukan dengan berbagai makanan, mulai dari biskuit, cokelat, hingga camilan gurih.
Selain memberikan cita rasa yang lebih premium, camilan bertema kopi juga menawarkan pengalaman menikmati sensasi minuman favorit dalam format yang praktis untuk dibawa ke mana saja.
5. Produk Edisi Terbatas Masih Jadi Incaran
Strategi menghadirkan camilan edisi terbatas diperkirakan masih menjadi salah satu cara paling efektif menarik perhatian konsumen.
Keterbatasan waktu penjualan menciptakan rasa takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO), sehingga banyak orang terdorong untuk segera membeli dan membagikan pengalaman mereka di media sosial. Faktor eksklusivitas inilah yang membuat produk edisi terbatas terus diminati.
6. Matcha dan Ube Kian Populer
Pengaruh budaya kuliner global diperkirakan akan semakin kuat pada 2026. Salah satu yang paling menonjol adalah meningkatnya popularitas matcha dan ube sebagai cita rasa favorit dalam berbagai jenis camilan.
Selain memiliki karakter rasa yang khas, kedua bahan tersebut juga menawarkan warna hijau dan ungu yang menarik secara visual. Tampilan yang estetik membuat produk berbahan matcha maupun ube lebih mudah menarik perhatian di platform digital.
7. Tekstur Menjadi Faktor Penting saat Memilih Camilan
Jika sebelumnya rasa menjadi pertimbangan utama, pada 2026 tekstur diprediksi memiliki peran yang sama pentingnya.
Konsumen semakin menyukai camilan yang menghadirkan berbagai sensasi dalam satu gigitan, seperti perpaduan renyah, kenyal, lembut, garing, hingga ringan.
Kombinasi tekstur tersebut membuat pengalaman ngemil terasa lebih memuaskan sekaligus memberikan kesan yang lebih beragam dibandingkan camilan dengan tekstur tunggal.
Baca Juga: 10 Makanan yang Terancam Punah di Dunia