Meski jendela pesawat umumnya mampu menghalangi sebagian besar sinar UVB, sinar UVA masih dapat menembus kaca. Sebuah studi pada 2015 bahkan menemukan bahwa paparan sinar UVA yang diterima pilot dan pramugari dapat sebanding dengan sesi berjemur di tempat tanning.

Paparan sinar UVA yang terjadi berulang kali dapat meningkatkan risiko penuaan dini hingga kanker kulit. Karena itu, jika kamu sering bepergian dengan pesawat, para ahli menyarankan untuk tetap mengoleskan sunscreen pada area yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, tangan, dan lengan.

  1. di Dalam Mobil

Jangan mengira kulit aman dari paparan sinar matahari hanya karena kamu berada di dalam mobil. Sama seperti pesawat, sinar UV tetap bisa menembus kaca kendaraan dan mengenai kulit.

"Sering kali kami melihat kerusakan akibat sinar matahari dan kasus kanker kulit lebih banyak terjadi di sisi kiri tubuh seseorang," kata Dr. Lauren Kole. Hal ini berkaitan dengan paparan sinar UV yang diterima pengemudi melalui jendela samping saat berkendara.

Baca Juga: Bingung Pilih Sunscreen? Ini Perbedaan Tabir Surya Mineral dan Kimia yang Wajib Diketahui

Meski kaca depan mobil dirancang untuk menghalangi hampir seluruh sinar UVA dan UVB, perlindungan dari kaca samping dan belakang tidak seoptimal itu. Sebuah studi pada 2016 juga menemukan bahwa kedua jenis kaca tersebut masih memungkinkan sebagian sinar UV masuk.

Karena itu, jika kamu sering menghabiskan waktu di jalan, sebaiknya tetap gunakan sunscreen pada area kulit yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, tangan, dan lengan. Untuk perlindungan ekstra, kamu juga bisa memasang lapisan pelindung UV pada kaca mobil.