Kesadaran pria terhadap perawatan kulit terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, masih banyak yang menganggap tabir surya atau sunscreen sebagai produk opsional yang hanya digunakan saat beraktivitas di bawah terik matahari.
Padahal, berbagai mitos yang beredar mengenai SPF justru membuat banyak pria tidak mendapatkan perlindungan kulit yang optimal.
Kesalahpahaman seperti menganggap sunscreen hanya diperlukan saat cuaca cerah atau bahwa pemilik kulit gelap tidak membutuhkan perlindungan SPF dapat berdampak serius pada kesehatan kulit.
Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan mengalami hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kerusakan jangka panjang akibat paparan sinar ultraviolet (UV).
Dikutip dari Times of India, Rabu (17/6/2026), berikut beberapa mitos tentang tabir surya yang perlu diketahui dan diluruskan.
Mitos 1: ‘Saya Hanya Membutuhkan Tabir Surya saat Cuaca Cerah’
Banyak orang mengira sinar matahari berbahaya hanya saat langit cerah. Faktanya, sinar ultraviolet tetap dapat menembus awan dan mencapai permukaan kulit meski cuaca mendung.
Artinya, selama ada cahaya matahari yang mencapai kulit, paparan sinar UV juga kemungkinan besar tetap terjadi. Karena itu, penggunaan sunscreen sebaiknya menjadi kebiasaan harian, bukan hanya saat cuaca panas atau ketika beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Mitos 2: ‘Sekali Pakai di Pagi Hari Sudah Cukup Seharian’
Mengoleskan sunscreen pada pagi hari bukan berarti perlindungan akan bertahan hingga malam. Efektivitas tabir surya akan berkurang seiring waktu akibat keringat, polusi, gesekan dengan pakaian, serta proses alami penguraian bahan aktif sunscreen.
Sederhananya, tabir surya bisa diibaratkan seperti baterai ponsel yang perlu diisi ulang. Karena itu, para ahli merekomendasikan pemakaian ulang sunscreen setiap beberapa jam, terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan.
Mitos 3: ‘SPF Lebih Tinggi Berarti Perlindungan Total’
Banyak pria memilih produk dengan SPF tinggi karena menganggapnya memberikan perlindungan sempurna. Padahal, meskipun SPF 50 menawarkan perlindungan yang sangat baik, tidak ada sunscreen yang mampu memberikan perlindungan 100 persen terhadap sinar UVA maupun UVB.
Selain itu, SPF yang lebih tinggi tidak berarti seseorang bisa lebih lama berada di bawah sinar matahari tanpa risiko. Penggunaan ulang dan perlindungan tambahan tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit.
Baca Juga: Ini Sunscreen Ringan untuk Rutinitas Sehari-hari di Iklim Tropis