Menggunakan sunscreen atau tabir surya merupakan langkah paling krusial di akhir rangkaian skincare harian demi menjaga kesehatan kulit jangka panjang. Namun, banyaknya pilihan di pasaran sering kali membuat kita bingung memilih produk yang tepat. Salah satu topik yang paling sering memicu perdebatan adalah perbedaan antara formula mineral (fisik) dan chemical (kimia).

Melansir dari laman Byrdie, para dokter spesialis kulit (dermatologist) menjelaskan bahwa kedua jenis sunscreen ini sama-sama efektif menangkal radiasi sinar ultraviolet (UV), namun cara kerja keduanya dalam melindungi kulit benar-benar berbeda.

Baca Juga: Ini Sunscreen Ringan untuk Rutinitas Sehari-hari di Iklim Tropis

Apa Itu Mineral Sunscreen?

Mineral sunscreen, atau sering disebut physical sunscreen, bekerja layaknya sebuah benteng. Menurut dr. Corey L. Hartman, formula ini hanya duduk di atas permukaan kulit dan langsung memantulkan serta memblokir sinar matahari agar tidak menembus lapisan kulit. Bahan aktif utama yang digunakan adalah zinc oxide dan titanium dioxide.

  • Kelebihan: Sangat aman untuk kulit sensitif karena bahan aktifnya tidak memicu reaksi alergi. Sifatnya yang non-comedogenic dan anti-inflamasi juga sangat ramah bagi kulit berjerawat. Bahkan, kandungan zinc oxide dipercaya bisa membantu meredakan jerawat.

  • Kekurangan: Teksturnya cenderung lebih tebal, pekat, dan berpotensi meninggalkan white cast pada kulit, terutama bagi pemilik warna kulit gelap. Namun, formula modern saat ini sudah banyak diakali dengan memberikan sedikit warna untuk menyamarkan efek putih tersebut.

Apa Itu  Chemical Sunscreen?

Berbeda dengan jenis mineral, chemical sunscreen bekerja seperti spons. Formula ini menyerap sinar UV ke dalam kulit, kemudian mengubah radiasi tersebut menjadi energi panas untuk dilepaskan kembali oleh tubuh. Bahan aktif yang biasa ditemukan di antaranya adalah oxybenzone, avobenzone, octinoxate, dan lainnya.

  • Kelebihan: Teksturnya jauh lebih ringan, encer, dan transparan, sehingga sangat nyaman dipakai sehari-hari tanpa risiko white cast. Inovasinya pun sangat beragam, mulai dari bentuk gel, stik, hingga semprot yang mudah diaplikasikan di atas makeup.

  • Kekurangan: Bahan aktif kimianya rentan memicu iritasi atau reaksi alergi bagi pemilik kulit ultra-sensitif. Beberapa kandungan seperti oxybenzone juga dianggap kurang ramah lingkungan jika luruh di lautan karena berpotensi merusak terumbu karang.