Menjaga kesehatan otak sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Sebagai pusat kendali tubuh, otak berperan dalam mengatur kemampuan berpikir, mengingat, bergerak, hingga merespons berbagai rangsangan dari lingkungan sekitar. Karena itu, menjaga kesehatan otak menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan fungsi kognitif sekaligus menurunkan risiko penyakit degeneratif, seperti Alzheimer.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memastikan tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang tepat. Berbagai vitamin dan zat gizi tertentu diketahui berperan dalam menjaga fungsi otak, membantu meningkatkan daya ingat, hingga melindungi sel-sel saraf dari kerusakan.
Lantas, nutrisi apa saja yang baik untuk kesehatan otak? Berikut beberapa di antaranya.
1. Omega-3
Omega-3 merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam membangun sel-sel saraf sekaligus membantu memperlambat proses penuaan otak. Asupan omega-3 dapat diperoleh dari ikan berlemak seperti salmon, tuna, ikan kembung, dan sarden.
Baca Juga: Psikologi Ungkap 3 Cara Melatih Otak Agar Lebih Disiplin dan Sukses
2. Vitamin B6
Vitamin B6 tak hanya membantu menjaga berbagai fungsi tubuh, tetapi juga berperan dalam mendukung kesehatan otak.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin B6 secara rutin dapat membantu meningkatkan daya ingat sekaligus membuat otak lebih cepat dalam memproses informasi.
Nutrisi ini dapat diperoleh secara alami dari berbagai makanan, seperti telur, wortel, dan aneka sayuran.
3. Vitamin E
Vitamin E dikenal memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel saraf di otak dari kerusakan. Beberapa penelitian juga menunjukkan vitamin E berpotensi menjaga sel saraf dari kematian setelah seseorang mengalami stroke.
Selain itu, vitamin E diyakini dapat membantu meningkatkan fungsi memori pada orang lanjut usia. Namun, konsumsi suplemen vitamin E sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter karena dosis yang terlalu tinggi dapat memengaruhi efektivitas obat pengencer darah.
Baca Juga: Cukup 10 Menit! Ahli Saraf Ungkap Cara Termudah untuk Menjaga Otak Tetap Tajam
4. Antioksidan
Antioksidan berperan melindungi otak dari peradangan dan stres oksidatif yang dapat merusak sel-sel saraf. Kandungan ini banyak ditemukan pada buah beri, seperti stroberi, blueberry, blackberry, blackcurrant, hingga murbei.
5. Kolin
Kolin juga menjadi salah satu nutrisi penting bagi kesehatan otak. Penelitian menunjukkan bahwa asupan kolin dalam jumlah cukup dapat membantu meningkatkan daya ingat sekaligus mendukung kesehatan mental.
Salah satu sumber kolin terbaik adalah kuning telur yang mengandung sekitar 112 mg kolin. Nutrisi ini juga sangat dianjurkan bagi ibu hamil karena berperan penting dalam membantu perkembangan otak janin.
Bukan Hanya Nutrisi, Aktivitas Fisik Juga Penting
Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, menjaga kesehatan otak juga perlu diimbangi dengan gaya hidup aktif. Seorang ahli saraf sekaligus profesor di NYU, dr. Wendy Suzuki, mengungkapkan bahwa berjalan kaki selama 10 menit setiap hari menjadi salah satu cara paling sederhana untuk membantu menjaga otak tetap tajam.
"Hanya dengan berjalan kaki selama 10 menit, yang dapat dilakukan oleh siapa pun di mana pun, dapat mengurangi tingkat kecemasan dan depresi Anda," kata Suzuki saat tampil di TED Intersections, seperti dikutip dari laman CNBC Make It.
Menurutnya, berjalan kaki dapat memicu pelepasan zat kimia saraf, seperti dopamin dan serotonin, yang berperan dalam memperbaiki suasana hati. Jika dilakukan secara konsisten selama berminggu-minggu hingga bertahun-tahun, kebiasaan ini juga membantu meningkatkan kesehatan otak melalui terbentuknya faktor pertumbuhan yang mendukung fungsi saraf.
Baca Juga: Benarkah Sering Lupa di Usia 30-an Adalah Tanda Otak Menua? Ahli Beberkan Jawabannya
Suzuki menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan tersebut. Bahkan, seseorang yang baru mulai aktif berolahraga di usia lanjut tetap berpeluang memperoleh manfaat bagi kesehatan otaknya.
Temuan itu juga diperkuat oleh tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada 2022. Studi tersebut menunjukkan bahwa orang yang rutin melakukan aktivitas fisik, termasuk berjalan kaki, memiliki risiko 17% lebih rendah mengalami demensia dibandingkan mereka yang jarang berolahraga.
Bagi yang ingin mendapatkan manfaat lebih besar, Suzuki menyarankan memilih olahraga yang juga melatih strategi dan pengambilan keputusan, seperti sepak bola atau basket. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat memberikan stimulasi tambahan pada korteks prefrontal, area otak yang berperan dalam fungsi berpikir tingkat tinggi.
Dengan memadukan pola makan bergizi dan aktivitas fisik secara rutin, kesehatan otak dapat tetap terjaga sehingga kemampuan berpikir dan daya ingat tetap optimal seiring bertambahnya usia.