Sulit membayangkan masakan Indonesia tanpa bawang merah. Hampir setiap hidangan, mulai dari tumisan, sambal, hingga aneka lauk rumahan, menggunakan bumbu dapur ini untuk memperkaya rasa dan aroma.

Di balik perannya sebagai penyedap masakan, bawang merah ternyata juga menyimpan berbagai senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Umbi ini mengandung quercetin, flavonoid, serta senyawa organosulfur yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Berbagai kandungan tersebut membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus mendukung berbagai fungsi tubuh.

Tak heran jika bawang merah telah lama dimanfaatkan, bukan hanya sebagai bahan masakan, tetapi juga sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Berikut sejumlah manfaat bawang merah yang didukung oleh berbagai penelitian.

Baca Juga: Fakta Bawang Putih untuk Menurunkan Kolesterol Menurut Dokter

1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Kesehatan jantung menjadi salah satu manfaat bawang merah yang paling banyak diteliti. Kandungan quercetin di dalamnya diketahui dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil sekaligus mendukung kesehatan pembuluh darah.

Selain itu, senyawa organosulfur dalam bawang merah juga berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta menjaga kelancaran aliran darah. Jika dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat, bawang merah dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular.

2. Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah

Menjaga kadar gula darah menjadi perhatian penting, terutama bagi orang yang berisiko mengalami diabetes. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa organosulfur dalam bawang merah dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih efektif mengatur kadar gula darah.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Bisa Dikontrol dengan Konsumsi Bawang Putih

Meski demikian, manfaat ini sebaiknya dipandang sebagai pelengkap pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti obat atau terapi yang diresepkan dokter.

3. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Tak banyak yang menyadari bahwa bawang merah merupakan sumber prebiotik alami. Kandungan inulin dan oligofruktosa di dalamnya menjadi makanan bagi bakteri baik di usus sehingga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota.

Usus yang sehat berperan penting dalam proses pencernaan, penyerapan nutrisi, hingga daya tahan tubuh. Serat alami pada bawang merah juga membantu melancarkan buang air besar dan mengurangi risiko sembelit.

4. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Paparan polusi, kurang tidur, hingga pola makan yang kurang baik dapat meningkatkan pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Antioksidan yang terkandung dalam bawang merah membantu melawan stres oksidatif sehingga sel-sel tubuh lebih terlindungi.

Selain itu, sifat antiinflamasi dari berbagai senyawa aktifnya turut mendukung sistem imun agar bekerja secara optimal dalam menghadapi infeksi.

Baca Juga: Mengulik Makna ‘Glass Onion’ Karya Christie Basil: Dari Kesederhanaan Bawang, Lahir Keindahan yang Otentik

5. Memiliki Sifat Antibakteri Alami

Saat bawang merah dipotong atau dihancurkan, berbagai senyawa sulfur aktif akan terbentuk. Dalam sejumlah penelitian laboratorium, senyawa tersebut menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap beberapa jenis bakteri.

Walaupun hasil penelitian tersebut belum sepenuhnya dapat disamakan dengan efeknya pada tubuh manusia, temuan ini menunjukkan bahwa bawang merah memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri alami.

6. Berpotensi Membantu Meredakan Gejala Alergi

Quercetin yang terkandung dalam bawang merah dikenal memiliki efek antihistamin alami. Senyawa ini dapat membantu menghambat pelepasan histamin, yaitu zat yang memicu gejala alergi seperti bersin, hidung meler, maupun rasa gatal.

Meski hasil penelitian awal cukup menjanjikan, manfaat ini masih membutuhkan lebih banyak uji klinis pada manusia.

7. Membantu Menjaga Kepadatan Tulang

Manfaat bawang merah ternyata tidak berhenti pada kesehatan organ dalam. Beberapa penelitian observasional menemukan bahwa konsumsi sayuran dari kelompok bawang-bawangan berkaitan dengan kepadatan tulang yang lebih baik.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa konsumsi bawang-bawangan berpotensi membantu menjaga kepadatan tulang, terutama pada wanita pascamenopause yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis.

8. Berpotensi Menurunkan Risiko Penyakit Kronis

Radikal bebas menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya berbagai penyakit kronis. Berkat kandungan antioksidannya, bawang merah berpotensi membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi sayuran keluarga bawang dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker. Namun, hubungan tersebut masih terus diteliti sehingga bawang merah tidak dapat dianggap sebagai makanan pencegah kanker.

9. Mendukung Kesehatan Kulit dan Rambut

Dalam pengobatan tradisional, bawang merah telah lama digunakan sebagai bahan perawatan rambut. Beberapa penelitian skala kecil menunjukkan ekstrak bawang merah berpotensi membantu pertumbuhan rambut pada kondisi tertentu.

Selain itu, kandungan antioksidannya membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Jika ingin menggunakannya secara langsung pada kulit atau kulit kepala, lakukan uji tempel terlebih dahulu untuk mengurangi risiko iritasi.

10. Membantu Menjaga Berat Badan

Bagi yang sedang menjalani pola makan sehat, bawang merah bisa menjadi salah satu pelengkap menu harian. Kandungan kalorinya relatif rendah, sementara seratnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Tak hanya itu, vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya juga mendukung berbagai proses metabolisme tubuh sehingga membantu menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Pada dasarnya, bawang merah dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah maupun dimasak. Mengonsumsinya dalam keadaan mentah memang dapat mempertahankan lebih banyak senyawa aktif, tetapi pada sebagian orang juga bisa memicu iritasi lambung atau memperburuk gejala asam lambung.

Oleh karena itu, konsumsilah bawang merah dalam jumlah yang wajar sesuai kebutuhan dan toleransi tubuh. Sementara bagi orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah maupun memiliki gangguan lambung, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi bawang merah mentah dalam jumlah banyak.