Mulai sering lupa meletakkan kunci kendaraan, lupa jadwal rapat, atau sulit berkonsentrasi saat bekerja di usia 30-an kerap membuat seseorang khawatir mengalami penurunan fungsi otak. Banyak yang merasa khawatir itu merupakan ciri-ciri tanda otak menua. Benarkah demikian?

Dalam sebuah kesempatan, ahli menegaskan kondisi tersebut belum tentu menjadi tanda penuaan dini. Konsultan Senior Neurologi Fortis Hospital, Noida, dr. Neha Pandita, mengatakan, sebagian besar kasus mudah lupa pada usia produktif lebih sering disebabkan oleh stres, kurang tidur, kelelahan akibat pekerjaan (burnout), hingga paparan gawai yang berlebihan.

Baca Juga: Uban Muncul di Usia 20-an, Apakah Tanda Penuaan Dini? Dokter Ungkap Penyebabnya

Menurutnya, stres kronis dapat memengaruhi hipokampus, yaitu bagian otak yang berfungsi mengatur proses belajar dan memori.

"Akibatnya seseorang bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi, kelelahan mental, atau merasa daya ingatnya tidak lagi setajam dulu," ujarnya dikutip Olenka pada Selasa (30/06/2026).

Ia menjelaskan, banyak orang yang mengira mengalami penurunan fungsi otak, padahal yang dialami sebenarnya adalah brain fog atau kabut otak.

Baca Juga: 5 Minuman Manis yang Diam-diam Merusak Kulit dan Memicu Penuaan Dini

"Selain stres, kebiasaan multitasking, kurang tidur, kekurangan nutrisi, serta gaya hidup yang terlalu sibuk juga dapat mengganggu kemampuan otak dalam menyimpan dan mengingat informasi," lanjutnya.

Senada dengan itu, Kepala dan Konsultan Senior Neurofisiologi Apollo Speciality Hospitals, Chennai, dr. Sathish Kumar Venkatasamy, mengatakan gangguan daya ingat pada usia muda sangat jarang disebabkan oleh demensia.

Menurutnya, keluhan tersebut lebih sering berkaitan dengan kondisi yang masih bisa diperbaiki, seperti gangguan tidur, kecemasan, depresi, kekurangan vitamin B12, gangguan tiroid, hingga efek samping obat tertentu.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Tanpa Disadari Mempercepat Penuaan

Meski begitu, seseorang disarankan segera berkonsultasi dengan dokter apabila gangguan daya ingat terjadi terus-menerus, semakin memburuk, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dengan demikian, untuk menjaga kesehatan otak, para ahli menyarankan tidur selama 7–9 jam setiap malam, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, mengelola stres, serta terus melatih otak dengan mempelajari hal-hal baru.