Banyak orang mengira rahasia umur panjang hanya terletak pada pola makan sehat dan olahraga rutin. Padahal, pilihan minuman yang dikonsumsi setiap hari juga disebut-sebut punya peran penting dalam menjaga kesehatan hingga usia lanjut.
Temuan ini salah satunya berasal dari pengamatan Dan Buettner, peneliti sekaligus pencetus konsep Blue Zones, yaitu wilayah-wilayah di dunia yang dikenal memiliki jumlah penduduk berusia panjang tertinggi. Beberapa di antaranya adalah Okinawa di Jepang, Sardinia di Italia, Ikaria di Yunani, dan Nicoya di Kosta Rika.
Meski tidak bisa disebut sebagai penyebab langsung umur panjang, sejumlah minuman berikut diketahui sering dikonsumsi masyarakat di wilayah tersebut dan didukung berbagai penelitian yang menunjukkan manfaatnya bagi kesehatan.
Baca Juga: Mau Kulit Glowing dan Glass Skin? Coba Rutin Konsumsi 5 Minuman Ini
1. Teh Hijau
Teh hijau menjadi minuman favorit masyarakat Okinawa, Jepang, yang terkenal memiliki banyak penduduk berusia lebih dari 100 tahun.
Minuman ini kaya akan antioksidan, terutama katekin dan flavanol, yang membantu melawan kerusakan sel akibat radikal bebas. Selain itu, kandungan L-theanine dan kafein dalam teh hijau juga dikaitkan dengan peningkatan fokus, konsentrasi, dan fungsi otak.
Sejumlah studi menunjukkan konsumsi teh hijau secara rutin berhubungan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, kadar gula darah yang lebih terkontrol, hingga kesehatan tulang dan pencernaan.
Baca Juga: Benarkah Minum Kopi Hitam Setelah Olahraga Bisa Mempercepat Recovery? Ini Faktanya
2. Teh Hitam
Meski melalui proses pengolahan yang berbeda dari teh hijau, teh hitam tetap mengandung berbagai senyawa bermanfaat seperti flavanol, polifenol, serta L-theanine.
Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi teh hitam dengan risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hingga beberapa jenis kanker.
Tak hanya itu, teh hitam juga dinilai baik untuk kesehatan usus karena membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam sistem pencernaan.
Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Minum Air Hangat Setiap Pagi?
3. Wine
Mungkin banyak yang tak menyangka, wine atau anggur merah masuk dalam daftar minuman yang kerap dikonsumsi masyarakat di kawasan Blue Zones, khususnya di Sardinia, Italia.
Menurut Dan Buettner, penduduk setempat biasanya menikmati wine dalam jumlah kecil saat makan, terutama bersama menu berbasis nabati.
Anggur merah mengandung senyawa antioksidan seperti resveratrol dan flavonoid yang dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Beberapa penelitian juga menunjukkan konsumsi wine dalam jumlah moderat berpotensi memberikan manfaat kesehatan tertentu.
Namun, para ahli menegaskan bahwa konsumsi alkohol tetap memiliki risiko. Karena itu, jika memilih mengonsumsinya, jumlahnya harus sangat terbatas dan tidak berlebihan.
4. Kopi Hitam
Kopi hitam juga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat berumur panjang di Sardinia dan Ikaria.
Baca Juga: Setiap Pagi Minum Kopi? Ketahui 5 Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh
Selain kaya antioksidan, kopi mengandung berbagai nutrisi seperti magnesium, kalium, vitamin B5, mangan, dan niasin. Berbagai penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah wajar berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terhadap diabetes tipe 2, penyakit hati, depresi, hingga beberapa gangguan saraf.
Agar manfaatnya lebih optimal, kopi sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebihan.
5. Air Putih
Meski terdengar sederhana, air putih tetap menjadi minuman utama yang tak pernah absen dari kehidupan masyarakat Blue Zones.
Baca Juga: Ini 5 Pilihan Minuman Sehat di Pagi Hari Selain Air Putih
Mereka lebih memilih minum air saat makan dibandingkan minuman manis atau minuman berperisa. Menurut Buettner, beberapa wilayah bahkan memiliki sumber air yang kaya mineral seperti kalsium dan magnesium yang berkontribusi terhadap kesehatan tulang dan jantung.
Pada akhirnya, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik merupakan salah satu kebiasaan sederhana yang konsisten dilakukan oleh banyak orang berusia panjang.
Meski minuman-minuman di atas sering ditemukan dalam pola hidup masyarakat Blue Zones, para ahli mengingatkan bahwa umur panjang tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, kualitas tidur, hubungan sosial, dan pengelolaan stres tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan hingga usia lanjut.