Tidur selama 7–8 jam setiap malam juga dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah serta penurunan risiko obesitas, depresi, demensia, dan sejumlah kondisi kesehatan lainnya.

Sebaliknya, tidur kurang dari enam jam setiap malam dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sekitar 28% dari berbagai penyebab, termasuk kanker dan penyakit kardiovaskular.

Tak hanya durasi, kualitas tidur juga penting. Tidur yang sering terputus dan ditandai dengan periode terjaga yang cukup lama dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga dua kali lipat.

  1. Tetap Aktif Bergerak, tapi….

Tetap aktif bergerak juga menjadi salah satu kebiasaan yang dapat mendukung umur panjang. Menurut Timmons, meningkatkan aktivitas fisik di siang hari dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, membuat tubuh lebih cepat terlelap, dan mendapatkan tidur yang lebih nyenyak.

Namun, bukan berarti kamu perlu melakukan olahraga berat menjelang tidur. Olahraga intens dalam satu hingga dua jam sebelum tidur justru dapat membuat tubuh lebih sulit rileks karena meningkatkan detak jantung, suhu tubuh, dan kadar adrenalin.

Baca Juga: Buah Kiwi dan 3 Jenis Makanan yang Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Mau Coba?

Sebagai gantinya, Prichard menyarankan aktivitas ringan seperti berjalan santai, melakukan peregangan, atau latihan mobilitas di malam hari. Selain membantu mengontrol kadar gula darah dan melancarkan pencernaan, gerakan ringan juga dapat mengurangi stres sekaligus membantu tubuh bersiap untuk tidur.