Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana mendorong pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dia menegaskan putra Joko Widodo (Jokowi) itu harus segera dilengserkan sebelum ia merebut kursi RI satu menggantikan posisi Prabowo Subianto.
Menurut Denny kans Gibran naik menjadi Presiden sangat terbuka lebar, ini tidak terjadi lewat pemilu namun melalui mekanisme pelengseran Prabowo. Denny mengatakan, Prabowo sangat mungkin tumbang di tengah jalan karena berbagai masalah yang sedang terjadi sekarang ini.
Baca Juga: Prabowo Sedang Diare Kata-kata
Pelengseran Prabowo bukan mustahil di tengah krisis ekonomi dan sederet skandal politik yang sedang menerpa negara ini. Jadi dia kembali menegaskan, Gibran harus dijegal dari sekarang sebelum semuanya terlambat.
“Terlebih dengan krisis ekonomi yang tidak sederhana, skandal publik berupa korupsi yang ada di mana-mana, serta adanya potensi skandal pribadi – sebagaimana saya tulis dalam “Tiga Sebab Jatuhnya Rezim” – kemungkinan pemberhentian Presiden Prabowo Subianto, bukan tidak mungkin terjadi.Jika Presiden Prabowo jatuh, maka secara konstitusi, kita akan punya Presiden Gibran Rakabuming Raka,” kata Denny dalam sebuah cuitan di akun X pribadinya dilansir Olenka.id Senin (3/8/2026.
Tumbangnya Prabowo dan naiknya Gibran menjadi presiden selanjutnya bukan kabar baik. Itu adalah malapetaka yang harus dicegah dari sekarang. Langkah menggulingkan Gibran lanjut Denny juga bukan sesuatu yang sulit. Menurutnya Gibran mudah dijatuhkan lewat berbagai cara.
Pasal 8 ayat (1) dan (3) UUD 1945 mengatur jabatan presiden maupun wakil presiden dapat berakhir jika mangkat (wafat), berhenti (mengundurkan diri), diberhentikan (melalui proses impeachment), atau tidak dapat melakukan kewajibannya karena alasan permanen seperti sakit. Selain alasan tutup usia, proses yang paling sederhana adalah berhenti alias mengundurkan diri.
Baca Juga: Kapasitas Intelektualnya Gawat, Wapres Gibran Layak Dilengserkan!
“Ada tiga alasan memecat Gibran, yuridis, politis-matematis, dan etis-politis. Namun, ada cara yang lebih mudah, yakni Gibran mengundurkan diri,” pungkasnya.