Growthmates, banyak perempuan masih khawatir bahwa penggunaan bra tertentu, terutama bra berkawat atau yang memiliki penyangga, dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Namun, menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, anggapan tersebut hanyalah mitos yang telah lama dibantah oleh penelitian ilmiah.

Prof. Zubairi mengungkapkan, kekhawatiran mengenai hubungan antara penggunaan bra dan kanker payudara memang sudah muncul sejak lama.

Karena itu, kata dia, berbagai penelitian telah dilakukan di sejumlah negara untuk mencari tahu apakah ada kaitan di antara keduanya.

Hasilnya, tidak ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaan bra dapat menyebabkan kanker payudara.

Baca Juga: Berat Badan Sulit Turun Meski Diet dan Olahraga? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi

Kesimpulan tersebut juga telah dirangkum oleh National Cancer Institute (NCI) Amerika Serikat.

"Dari dulu memang orang khawatir soal itu, sehingga banyak sekali penelitian telah dikerjakan di berbagai negara. Kesimpulannya, yang juga dirangkum oleh National Cancer Institute dari Amerika, adalah tidak benar. Itu mitos," kata Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Jumat (31/7/2026).

Ia pun menegaskan bahwa semua jenis bra memiliki tingkat keamanan yang sama terkait risiko kanker payudara.

Baik bra berkawat maupun tanpa kawat, bra yang ketat maupun longgar, tidak terbukti memicu munculnya penyakit tersebut.

"Jadi yang memakai bra jenis apa pun, baik berkawat maupun tidak, terlalu ketat ataupun longgar, sama saja tidak menyebabkan timbulnya kanker payudara," tegas Prof. Zubairi.

Baca Juga: 7 Makanan Pemicu Kanker Menurut Dokter Spesialis Gizi, Bukan Dilarang tapi Wajib Dibatasi!