Growthmates, aktivitas rumah tangga seperti menyetrika, mencuci piring, hingga menjemur pakaian sering dianggap sebagai pekerjaan ringan.

Padahal, jika dilakukan berulang dalam waktu lama dengan posisi tubuh yang kurang tepat, aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada tulang, sendi, dan otot.

Dokter Spesialis Orthopedi, dr. Asa Ibrahim, Sp.OT, membagikan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan ibu rumah tangga untuk mengurangi risiko cedera akibat aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan kecil justru memiliki dampak besar dalam menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal.

Salah satu hal yang kerap luput dari perhatian adalah penggunaan satu sisi tubuh secara terus-menerus saat melakukan pekerjaan rumah.

"Penggunaan yang berlebihan misalnya pakai tangan kanan terus untuk nyetrika, atau untuk cuci piring, atau untuk menjemur dan sebagainya. Ganti pakai tangan satunya, alternating. Jadi habis pakai tangan kanan 15 sampai 20 menit, pakai tangan kiri. Itu akan sangat mengurangi angka overuse injury," ungkap dr. Asa, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Rabu (8/7/2026).

Selain mengurangi penggunaan berlebihan pada satu sisi tubuh, dr. Asa juga menekankan pentingnya menerapkan posisi kerja yang ergonomis.

Menurutnya, banyak keluhan nyeri pinggang muncul akibat posisi tubuh yang terus-menerus membungkuk ketika mengerjakan pekerjaan rumah.

"Ini yang sering, terutama untuk yang sakit pinggang. Misalnya saat menyetrika, posisi mejanya terlalu rendah akhirnya agak membungkuk. Nah, posisi membungkuk ini menyebabkan tarikan otot yang bikin sakit pinggang," jelasnya.

Baca Juga: Waspada Saraf Kejepit! Dokter Orthopedi Beberkan Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Ia pun menyarankan agar peralatan rumah tangga, seperti meja setrika atau area mencuci piring, disesuaikan dengan tinggi badan agar tubuh tetap berada dalam posisi tegak selama bekerja.

"Kalau bisa meja setrikanya lebih tinggi. Atau mungkin saat cuci piring, kalau terlalu rendah itu juga bisa bikin pinggang sakit. Jadi pastikan kerja dalam posisi yang ergonomis. Posisi pinggangnya tegak, meskipun sambil duduk juga posisi duduknya harus tegak," kata dr. Asa.

Tak kalah penting, dr. Asa mengingatkan agar tidak mengabaikan peregangan sebelum, selama, maupun setelah beraktivitas. Menurutnya, stretching membantu mengurangi ketegangan otot sekaligus mencegah cedera akibat gerakan berulang.

"Stretching dulu sebelum mulai, di tengah-tengah kerja, dan di akhir kerja. Stretching-nya tergantung bagian tubuh yang dipakai. Kalau berdiri lama, stretching pinggang. Kalau banyak menggunakan tangan, stretching pergelangan tangan. Paling tidak 10 menit sebelum mulai. Kalau sudah lebih dari satu jam atau satu setengah jam bekerja, stretching lagi sekitar lima menit," paparnya.

Di antara seluruh langkah tersebut, dr. Asa menyebut bahwa istirahat tetap menjadi faktor terpenting untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi.

Menurutnya, memberikan waktu bagi tubuh untuk berhenti sejenak dapat membantu proses pemulihan otot sekaligus mengurangi risiko cedera karena penggunaan berlebihan.

"Nomor satu yang paling penting biar nggak kena penyakit tulang dan sendi adalah istirahat. Jadi bapaknya disuruh kerja gantian," tutup dr. Asa sambil berkelakar.

Baca Juga: Sering Bangun Tidur Malah Badan Terasa Sakit? Dokter Orthopedi Ungkap Penyebabnya