Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Namun, ketika kadarnya terlalu tinggi, terutama kolesterol LDL, risikonya terhadap kesehatan jantung ikut meningkat.
Selama ini, makanan sering menjadi perhatian utama ketika membicarakan kolesterol. Padahal, apa yang dilakukan sehari-hari juga dapat berpengaruh. Kebiasaan seperti terlalu lama duduk, tidur kurang, hingga melewatkan sarapan mungkin terlihat sederhana, tetapi ternyata berkaitan dengan kadar kolesterol.
Dilansir dari Eating Well pada Kamis (17/09/2026), ahli gizi membagikan tiga kebiasaan sehari-hari yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kadar kolesterol:
1. Terlalu Lama Duduk
Duduk terlalu lama bukan hanya membuat tubuh kurang bergerak. Kebiasaan ini juga dapat berkaitan dengan profil lemak darah yang kurang baik, bahkan pada orang yang tetap menyempatkan diri berolahraga.
Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara waktu duduk yang panjang dengan kadar kolesterol yang kurang baik. Kurangnya aktivitas fisik dapat menurunkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol "baik" sekaligus memengaruhi kerja lipoprotein lipase, yaitu enzim yang berperan dalam pengolahan lemak di dalam tubuh.
Baca Juga: Bikin Pembuluh Darah Lancar! Ini 7 Buah Penurun Kolesterol Rekomendasi Ahli
Ahli gizi Leslie Bonci menjelaskan, ketika kadar enzim tersebut menurun, trigliserida dapat lebih mudah menumpuk di dalam darah.
Karena itu, memiliki rutinitas olahraga saja belum tentu cukup jika sebagian besar waktu dalam sehari tetap dihabiskan dengan duduk.
Bagi mereka yang bekerja di depan komputer, misalnya, menyelipkan aktivitas ringan di sela pekerjaan bisa menjadi kebiasaan sederhana. Berdiri atau berjalan selama beberapa menit setiap jam dapat membantu tubuh tetap aktif.
Aktivitas ringan lainnya seperti berjalan mengambil minum, naik tangga atau melakukan pekerjaan rumah juga dapat menjadi cara untuk mengurangi waktu duduk yang terlalu panjang.
2. Kurang Tidur
Kesibukan sering kali membuat waktu tidur dikorbankan. Padahal, tidur bukan sekadar waktu bagi tubuh untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian.
Kurang tidur juga dapat berkaitan dengan kadar kolesterol. Ahli gizi Liz Shaw mengatakan kondisi tersebut terutama terlihat pada orang yang tidur kurang dari enam jam.
“Kurang tidur dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL densitas kecil, terutama pada mereka yang tidur kurang dari enam jam,” kata Shaw.
Menurutnya, bukan hanya durasi tidur yang perlu diperhatikan. Kualitas tidur juga berperan terhadap kadar lemak dalam darah.
Baca Juga: Perempuan Makin Tua Rentan Kolesterol Naik, Ini Penjelasan Dokter
“Kualitas tidur juga terbukti berpengaruh pada kolesterol LDL dan trigliserida, di mana kualitas tidur yang buruk menyebabkan keduanya meningkat,” lanjutnya.
Karena itu, menjaga jadwal tidur secara konsisten menjadi bagian penting dari kebiasaan hidup sehat. Secara umum, orang dewasa disarankan mendapatkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam.
Jika kesibukan membuat waktu tidur terus mundur, mencoba menetapkan jam istirahat yang lebih teratur dapat menjadi langkah awal. Memberikan waktu untuk bersantai sebelum tidur juga dapat membantu tubuh bersiap memasuki waktu istirahat.
3. Sering Melewatkan Sarapan
Sarapan mungkin dianggap sebagai kebiasaan yang bisa dilewatkan ketika pagi hari terasa terburu-buru. Namun, kebiasaan tersebut ternyata juga dikaitkan dengan kadar kolesterol.
Shaw mengatakan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara melewatkan sarapan dan kadar kolesterol yang kurang baik.
“Penelitian menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat mengganggu kadar kolesterol. Meskipun hasilnya lebih terlihat pada individu dengan obesitas dan gaya hidup tidak aktif, penting untuk mengonsumsi sarapan demi kesehatan jantung yang lebih baik,” jelasnya.
Hal ini juga didukung oleh sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan memiliki kadar kolesterol LDL sekitar 9 miligram per desiliter lebih tinggi dibandingkan mereka yang sarapan.
Sarapan juga sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk menambahkan asupan serat ke dalam pola makan harian.
Bonci menyarankan untuk memilih makanan yang mengandung serat larut karena jenis serat tersebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
Baca Juga: 8 Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Tidak Disadari
“Ini bisa menjadi waktu untuk mulai mengonsumsi serat larut, yang sangat membantu menurunkan kadar kolesterol,” kata Bonci.
Dengan demikian, menjaga kolesterol tidak hanya berhenti pada mengurangi makanan berlemak. Rutinitas harian juga perlu diperhatikan karena pola hidup secara keseluruhan turut berhubungan dengan kesehatan jantung.
Mulai dari mengurangi waktu duduk, mencukupi kebutuhan tidur hingga tidak menjadikan sarapan sebagai kebiasaan yang sering dilewatkan, perubahan kecil tersebut dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat.
Meski begitu, kadar kolesterol tidak dapat dinilai hanya berdasarkan kebiasaan sehari-hari. Pemeriksaan kadar kolesterol tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi secara lebih akurat, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung.
Nah, dari tiga kebiasaan di atas, adakah yang paling sering kamu lakukan, Growthmates?