Memahami profil risiko membantu investor memilih instrumen yang sesuai sehingga lebih nyaman menghadapi fluktuasi nilai investasi.

Prita juga mengingatkan bahwa tidak ada investasi yang menawarkan keuntungan tinggi tanpa risiko.

"Yang ketiga, potensi imbal hasil yang lebih tinggi itu biasanya disertai risiko yang lebih tinggi," ujarnya.

Karena itu, investor perlu bersikap realistis dan tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Selain tiga prinsip dasar tersebut, Prita mengaku kini memiliki cara pandang baru mengenai investasi. Menurutnya, investor juga perlu mempertimbangkan dampak yang dihasilkan dari investasi yang dipilih.

"Lately aku juga sadar ada satu hal yang menurut aku harus banget kita pertimbangkan. Selain potensi imbal hasil, kayaknya kita juga mesti pikir, investasi yang kita pilih ini memberikan dampak yang luas enggak sih?" tuturnya.

Pandangan tersebut muncul setelah ia mempelajari konsep impact investing, yaitu pendekatan investasi yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga menciptakan manfaat sosial maupun lingkungan.

"Aku sempat lihat video yang membahas tentang impact investing. Konsep ini bikin aku melihat investasi dari point of view yang berbeda. Impact investing adalah investasi yang enggak cuma berpotensi memberikan imbal hasil, tapi juga mendukung terciptanya dampak sosial yang benar-benar nyata," jelas Prita.

Menurutnya, konsep ini membuat investasi menjadi lebih bermakna karena dana yang diinvestasikan tidak hanya bekerja untuk mencapai tujuan keuangan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas.

"Simple sih konsepnya. Uang yang kita investasiin enggak cuma bekerja untuk tujuan finansial kita, tapi juga bisa ikut dukung komunitas yang lebih luas. For me, itu bikin investasi ini terasa lebih bermakna," pungkasnya.

Baca Juga: Freelancer Sulit Menabung Dana Pensiun? Ini Tips dari Financial Trainer