Masih banyak orang yang beranggapan bahwa investasi hanya bisa dilakukan setelah kondisi keuangan benar-benar mapan.

Padahal, menurut Financial Planner sekaligus CEO & Principal Consultant Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie, SE, MCom, GCertFP, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Prita menilai, yang jauh lebih penting dibanding menunggu "waktu yang tepat" adalah memahami terlebih dahulu cara kerja investasi.

Dengan bekal pengetahuan tersebut, seseorang akan lebih siap mengambil keputusan ketika kondisi finansialnya memang sudah memungkinkan untuk berinvestasi.

"Setiap orang punya perjalanan finansial yang berbeda-beda. Menurut aku, yang paling penting itu sebenarnya kita paham dulu cara kerja investasi yang bisa bantu kita mengambil keputusan yang lebih bijak saat sudah siap. Termasuk gimana membuat uang yang kita punya bekerja lebih optimal," papar Prita, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Selasa (7/7/2026).

Sebelum mulai menempatkan dana pada instrumen investasi apa pun, Prita menyarankan masyarakat untuk memahami tiga prinsip dasar agar keputusan yang diambil lebih terukur.

Prinsip pertama adalah diversifikasi. Menurut Prita, menyebarkan dana ke beberapa jenis investasi merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko.

"Yang pertama, diversifikasi. Ini penting banget. Jangan taruh semua dana di satu tempat," katanya.

Dengan diversifikasi, kerugian pada satu instrumen dapat diimbangi oleh kinerja instrumen lainnya sehingga portofolio menjadi lebih stabil.

Setiap orang memiliki tingkat toleransi risiko yang berbeda. Karena itu, memilih instrumen investasi sebaiknya disesuaikan dengan karakter dan tujuan keuangan masing-masing.

"Yang kedua, kenal profil risiko kita sendiri sebelum pilih instrumen investasi," jelas Prita.

Baca Juga: Cara Membangun Kekayaan di Tengah Krisis Ekonomi Menurut Financial Consultant

Memahami profil risiko membantu investor memilih instrumen yang sesuai sehingga lebih nyaman menghadapi fluktuasi nilai investasi.

Prita juga mengingatkan bahwa tidak ada investasi yang menawarkan keuntungan tinggi tanpa risiko.

"Yang ketiga, potensi imbal hasil yang lebih tinggi itu biasanya disertai risiko yang lebih tinggi," ujarnya.

Karena itu, investor perlu bersikap realistis dan tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Selain tiga prinsip dasar tersebut, Prita mengaku kini memiliki cara pandang baru mengenai investasi. Menurutnya, investor juga perlu mempertimbangkan dampak yang dihasilkan dari investasi yang dipilih.

"Lately aku juga sadar ada satu hal yang menurut aku harus banget kita pertimbangkan. Selain potensi imbal hasil, kayaknya kita juga mesti pikir, investasi yang kita pilih ini memberikan dampak yang luas enggak sih?" tuturnya.

Pandangan tersebut muncul setelah ia mempelajari konsep impact investing, yaitu pendekatan investasi yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga menciptakan manfaat sosial maupun lingkungan.

"Aku sempat lihat video yang membahas tentang impact investing. Konsep ini bikin aku melihat investasi dari point of view yang berbeda. Impact investing adalah investasi yang enggak cuma berpotensi memberikan imbal hasil, tapi juga mendukung terciptanya dampak sosial yang benar-benar nyata," jelas Prita.

Menurutnya, konsep ini membuat investasi menjadi lebih bermakna karena dana yang diinvestasikan tidak hanya bekerja untuk mencapai tujuan keuangan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas.

"Simple sih konsepnya. Uang yang kita investasiin enggak cuma bekerja untuk tujuan finansial kita, tapi juga bisa ikut dukung komunitas yang lebih luas. For me, itu bikin investasi ini terasa lebih bermakna," pungkasnya.

Baca Juga: Freelancer Sulit Menabung Dana Pensiun? Ini Tips dari Financial Trainer