2. Peradangan Kronis dan Infeksi Tersembunyi

Tubuh juga bisa menyerang saraf melalui mekanisme peradangan tingkat rendah yang berlangsung menahun. Infeksi yang tidak tertangani seperti penyakit Lyme, hepatitis C, atau virus Epstein-Barr, serta penyakit autoimun semacam lupus dan sindrom Sjögren, dikenal mampu memicu kerusakan saraf selama bertahun-tahun.

Gejala awalnya sering tidak khas, yakni seperti kelelahan, nyeri sendi, kabut otak, disertai kesemutan atau rasa panas di anggota gerak. Ketidakterkaitan gejala inilah yang membuat banyak orang baru tersadar ketika kondisinya telah lanjut.

Pencegahan berfokus pada pengelolaan stres dan pola makan anti-inflamasi. Menu kaya sayuran, buah, kacang, serta lemak omega-3 terbukti membantu meredakan respons radang. 

Jika keluhan menetap, pemeriksaan medis untuk mendeteksi penanda infeksi tersembunyi atau autoimun sangat dianjurkan.

3. Kekurangan Vitamin Jangka Panjang

Saraf membutuhkan nutrisi spesifik untuk menjaga mielin atau lapisan pelindung saraf tetap utuh.

Kekurangan vitamin B1, B6, B12, vitamin E, maupun mineral seperti tembaga dapat mengganggu sinyal saraf dan proses perbaikannya.

Kondisi ini berkembang perlahan akibat asupan gizi kurang beragam, konsumsi alkohol berlebihan, atau gangguan pencernaan seperti penyakit celiac, Crohn, dan efek obat tertentu.

Indikatornya mirip dengan tanda penuaan, seperti mati rasa, kesemutan, gangguan keseimbangan, dan kelemahan otot. Karena dianggap 'wajar', pemicu ini sering luput dari perhatian.

Solusinya adalah kembali pada diet seimbang, yakni mengonsumsi biji-bijian utuh, kacang-kacangan, telur, produk susu, sayuran hijau, atau alternatif nabati yang difortifikasi.

Pada pasien dengan masalah penyerapan atau alkohol berlebih, dokter biasanya melakukan tes darah dan memberikan suplemen sebelum kerusakan saraf meluas.

Penafian: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan pengganti nasihat maupun pemeriksaan medis profesional.

Baca Juga: Saraf Kejepit Tak Bisa Sembuh Sendiri, Ini 5 Fakta Penting yang Perlu Kamu Tahu!